TopCareerID

Susu Mampu Atasi Pedas, Begini Cara Kerjanya

Dok/Milk Genomics

Topcareer.id – Bagi penyuka makanan pedas, kepedasan mungkin adalah sensasi yang menyenangkan. Namun bagi yang tidak kuat menahan pedas, ini adalah hal yang menyiksa.

Cabai mengandung komponen aktif yang disebut capsaicin, yang merupakan bagian dari keluarga vanillioid. Capsaicin berikatan dengan reseptor yang disebut reseptor vanilloid subtipe 1 (TRPV1).

Sementara reseptor TRPV1 ditemukan di beberapa organ yang berbeda di seluruh tubuh, aktivasi reseptor TRPV1 pada lidah menghasilkan sensasi panas atau abrasi, yang menyebabkan sensasi terbakar yang khas.

Lalu, apa yang harus dilakukan saat kita mengalaminya? Salah satu solusinya adalah minum susu.

Baca juga: Manfaat Makanan Pedas, Perpanjang Umur hingga Lawan Sel Kanker

Dalam struktur kimia, capsaicin menunjukkan ekor hidrokarbon yang panjang, ditunjukkan dalam warna hitam (karbon) dan putih (hidrogen).

Ekor hidrokarbon itu berarti senyawa berminyak atau sabun yang dapat bertindak sebagai deterjen untuk melarutkan capsaicin, yang air biasa tidak akan bisa. Ini mirip dengan bagaimana kamu tidak bisa membersihkan minyak dari wajan hanya dengan air, tetapi sabun cuci piring mampu melakukannya.

Seperti dikutip dari psychologytoday.com, susu dari mamalia atau susu sapi mengandung protein yang disebut kasein. Kasein adalah protein lipofilik, yang akan bertindak sebagai deterjen pada capsaicin, berkat ekor hidrokarbon berlemak.

Alkohol juga bisa melarutkan capsaicin, namun dalam kebanyakan kasus, minuman beralkohol seringkali terlalu rendah efeknya untuk mengatasi rasa pedas yang membakar. Jauh berbeda dengan susu sapi.

Baca juga: Makan Cabai Bisa Kurangi Risiko Kematian Akibat Jantung

Ingat, harus susu mamalia atau susu sapi. Untuk susu nabati seperti kedelai, beras, kelapa, atau almond, mereka sama sekali tidak mengandung kasein sehingga tidak akan membantu menghilangkan rasa pedas.(Feb)

Exit mobile version