Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Friday, September 25, 2020
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Kontribusi Ekspor Manufaktur Capai 79 Persen pada Semester I 2020

Topcareer.id – Sepanjang semester I 2020, total nilai pengapalan produk sektor manufaktur Indonesia tembus hingga USD 60,76 miliar atau menyumbang 79,52 persen dari keseluruhan angka ekspor nasional yang mencapai USD 76,41 miliar.

“Terus terang saya cukup surprise dengan hasil kinerja ekspor industri pengolahan nonmigas saat ini. Di luar dugaan, kinerja ekspor sektor industri manufaktur ternyata masih mencatatkan kontribusi yang positif,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam rilis Selasa (21/7).

Menperin mengatakan, pihaknya terus menjaga keberlangsungan aktivitas industri manufaktur di Tanah Air, meskipun sedang tertekan karena melambatnya ekonomi dunia dan dampak pandemi Covid-19. Sebab, selama ini sektor industri manufaktur berperan sebagai tulang punggung perekonomian nasional.

“Kami bertekad untuk senantiasa menggenjot kinerja industri yang memiliki orientasi ekspor. Dilihat dari sumbangsihnya terhadap struktur nilai ekspor nasional, sektor industri berkontribusi 79,52 persen pada semester I-2020, atau naik dibanding periode yang sama tahun 2019 sebesar 75,47 persen,” paparnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kinerja ekspor industri pengolahan nonmigas pada Juni 2020 sebesar USD 9,6 miliar atau naik 15,96 persen dibanding capaian Mei 2020 yang menyentuh angka USD 8,3 miliar.

Baca juga: Kemenkeu: Realisasi Bansos Semester I 2020 Naik Signifikan Capai 41%

Di samping itu, nilai pengapalan produk industri manufaktur pada bulan keenam tahun ini juga mengalami lonjakan 7 persen dibanding capaian pada Juni 2019 yang tercatat sekitar USD 9 miliar.

“Neraca perdagangan industri pengolahan nonmigas pada bulan Juni 2020 mencatatkan surplus sebesar USD 531,47 juta,” ungkap Agus.

Dilihat dari volumenya, ekspor industri manufaktur pada Juni 2020 tercatat sebesar 8,87 juta ton atau menanjak 9,28 persen dibanding Mei 2020 yang mencapai 8,12 juta ton

Adapun sektor industri makanan dan minuman yang menjadi penyumbang devisa terbesar dari capaian nilai ekspor industri pengolahan nonmigas pada bulan Juni 2020, tercatat mencapai USD2,23 miliar.

Disusul selanjutnya oleh ekspor dari industri logam dasar yang menembus USD 1,67 miliar, kemudian pengapalan produk industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia sebesar USD 1 miliar.

Baca juga: Realisasi Penyaluran KUR Paruh Pertama 2020 Capai 40,1%

Sektor-sektor yang mengalami peningkatan ekspor di atas 30 persen dari periode tahun sebelumnya antara lain industri furnitur yang naik sebesar 80,87 persen dengan nilai ekspor USD 164,70 juta, kemudian industri farmasi, produk obat kimia, dan obat tradisional (naik 42,41 persen dengan nilai ekspor USD 58,37 juta).

Disusul industri pengolahan tembakau (naik 42,38 persen dengan nilai ekspor USD 104,23 juta), industri pencetakan dan reproduksi media rekaman (naik 41,38 persen dengan nilai ekspor USD 2,55 juta), serta industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki (naik 40,76 persen dengan nilai ekspor USD 433,07 juta).(Feb)

Leave a Reply