Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Saturday, September 26, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Pupuk Indonesia Catat Kinerja Positif di Tengah Pandemi

Dok/Pupuk Indonesia

Topcareer.id – PT Pupuk Indonesia (Persero) membukukan kinerja konsolidasi positif sepanjang Januari-Mei 2020 meski di tengah gempuran krisis masa pandemi Covid-19. Hal tersebut ditunjukan dengan bertumbuhnya kinerja pendapatan, produksi, hingga penjualan.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Aas Asikin Idat mengatakan, sepanjang Januari-Mei 2020, Perseroan membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 32,62 triliun, atau setara 43,2 persen dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2020 sebesar Rp 75,5 triliun.

Capaian pendapatan ini meningkat dibandingkan capaian pendapatan periode sama tahun lalu sebesar Rp 30 triliun.

“Kami pun mencatatkan kenaikan laba tahun berjalan tumbuh 11,7 persen menjadi Rp 1,6 triliun dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 1,43 triliun,” kata Aas dalam keterangan pers, Selasa (21/7/2020).

Baca juga: Realisasi Penyaluran KUR Paruh Pertama 2020 Capai 40,1%

Pupuk Indonesia melalui para produsen pupuk, yaitu Pupuk Kaltim, Petrokimia Gresik, Pusri Palembang, Pupuk Kujang dan Pupuk Iskandar Muda,  tetap fokus menjalankan tugas Public Service Obligation (PSO) dalam mendistribusikan pupuk bersubsidi bagi petani, guna menjaga produksi pangan nasional.

Hingga saat ini, total distribusi pupuk bersubsidi kepada petani penerima subsidi yang berdasarkan data e-RDKK (Sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) telah mencapai sebesar 4.762.673 ton atau setara 59,9 persen dari target RKAP dan pupuk non PSO sebesar 2.388.367 ton atau setara 52,2 persen dari target.

Ia menambahkan, sepanjang periode Januari-Mei 2020, Perseroan juga mencatatkan pertumbuhan volume penjualan pupuk komersil. Penjualan komersil pun melonjak 47,45 persen dari 1,37 juta ton menjadi 2,01 juta ton, dibandingkan kurun waktu yang sama di 2019.

Secara pendapatan, penjualan pupuk komersil meningkat 38,35 persen menjadi Rp 7,54 triliun dari Rp 5,45 triliun. Kemudian pendapatan jasa juga meningkat 34,53% menjadi Rp 4,13 triliun dari Rp 3,07 triliun.

Baca juga: Kemenkeu: Realisasi Bansos Semester I 2020 Naik Signifikan Capai 41%

Dari segi produksi, volume produksi produk pupuk Perseroan sepanjang tahun ini tercatat telah mencapai 6.210.818 ton. Angka ini terdiri dari 4.041.093 ton Urea, 1.484.481 ton NPK, 264.864 ton SP-36, 415.820 ton ZA, dan 4.560 ton ZK.

Angka produksi ini tercatat tumbuh 6,92 persen dibandingkan produksi periode yang sama tahun lalu sebesar 5.809.063 ton.

“Pertumbuhan tersebut didukung oleh para produsen pupuk yang dapat menjaga keandalan pabrik meski di tengah pandemi. Sehingga dapat beroperasi secara optimal dengan rate yang cukup tinggi, dan produksi setiap tahunnya dapat terus meningkat,” kata Aas.

Selain produk pupuk, Perseroan juga membukukan pertumbuhan pada produksi produk non pupuk sebesar 8,85 persen, di mana volume produksi produk non pupuk tercatat sebesar 3.584.117 ton, sementara periode sama tahun lalu, volume produksi non pupuk mencapai 3.292.792 ton.(Feb)

Leave a Reply