Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Monday, September 28, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

BI: Covid-19 Tekan Pertumbuhan Ekonomi Hingga Minus 5,32%

Dok/Topcareer.id

Topcareer.id – Pertumbuhan ekonomi triwulan II 2020 mengalami kontraksi -5,32% (yoy), turun dibandingkan dengan capaian triwulan I 2020 sebesar 2,97% (yoy). Bank Indonesia (BI) menyebut pandemi Covid-19 lah yang menekan pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan II-2020.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI, Onny Widjanarko mengatakan perkembangan ini tidak terlepas dari pengaruh melemahnya ekonomi global sejalan dengan pandemi Covid-19 dan menurunnya aktivitas ekonomi domestik sebagai dampak kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mencegah penyebaran virus.

“Ke depan, Bank Indonesia melalui bauran kebijakannya akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan otoritas terkait agar berbagai kebijakan yang ditempuh semakin efektif mendorong pemulihan ekonomi,” kata Onny dalam siaran pers, Rabu (5/8/2020).  

Penurunan pertumbuhan ekonomi domestik terjadi di semua komponen PDB sisi pengeluaran. Konsumsi rumah tangga mengalami kontraksi 5,51% (yoy), jauh lebih rendah dibandingkan dengan kinerja triwulan I 2020 sebesar 2,83% (yoy).

Investasi mencatat kontraksi 8,61% (yoy), turun dibandingkan dengan kinerja triwulan sebelumnya 1,70% (yoy).

Baca juga: Hingga Juni 2020, 50 Investor Masuk Kawasan Industri di Tanah Air

Stimulus pemerintah berpengaruh pada konsumsi pemerintah yang tercatat kontraksi 6,90% (yoy), turun tajam dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 3,75% (yoy).

Selain itu, kinerja ekspor juga terkontraksi 11,66% (yoy) akibat pelemahan ekonomi global dan penurunan harga komoditas dunia. Seiring dengan kontraksi permintaan domestik dan ekspor, kinerja impor juga mengalami kontraksi 16,96% (yoy).

Di sisi lapangan usaha (LU), hampir seluruh LU mengalami kontraksi kecuali LU Infokom, LU Pengadaan Air, LU Jasa Kesehatan, Pendidikan, dan Keuangan, serta LU Pertanian.

“Perlambatan ekonomi terutama didorong oleh kontraksi pada LU Transportasi dan Pergudangan, LU Perdagangan dan Penyediaan Akomodasi, dan LU Industri Pengolahan.”

Baca juga: Pengusaha Peringatkan Industri Bioskop Mungkin Tidak Bertahan Hadapi Pandemi

Sementara itu, LU Infokom masih tumbuh meningkat dari triwulan sebelumnya, seiring meningkatnya penggunaan media digital dalam penerapan Work From Home (WFH) dan School From Home (SFH). Kinerja LU Pertanian juga masih tercatat positif sejalan dengan masa panen.**(Feb)

Leave a Reply