Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sunday, November 29, 2020
redaksi@topcareer.id
Profesional

Perhatikan 4 Hal Ini Sebelum Mengubah Hobi Menjadi Bisnis

Topcareer.id – Kamu setidaknya memiliki satu hobi yang membuatmu sibuk dan membantu dirimu tetap terhibur di luar jam kerja.

Mungkin kamu memiliki pola pikir wirausaha dan tergoda untuk berpikir bahwa ada beberapa cara untuk menghasilkan uang dari hobi kamu. Tetapi apakah hobi kamu benar-benar memiliki potensi bisnis?

Agar sebuah bisnis menjadi sukses, harus ada caranya untuk menghasilkan uang. Karenanya, kamu perlu cara untuk “memonetisasi” hobi kamu.

Baca Juga: Saat Wawancara Kerja Ditanya ‘Apa Hobi Kamu?’, Hindari Menjawab Ini

Salah satu opsi paling mudah untuk monetisasi hobi adalah menjual barang fisik hasil buatan dari hobi kamu. Selain itu kamu juga dapat menghasilkan uang dengan menarik jumlah pembaca atau penonton melalui media sosial yang memadai.

Memproduksi konten blog dan video reguler tentang hobi dapat menjadi rute kamu menuju audiens yang stabil, dari sana, kamu bisa memonetisasi hobi kamu dengan sponsor, tautan afiliasi, dan iklan.

Jika hobi kamu merupakan suatu keterampilan atau ilmu yang bisa dibagikan, mungkin ada jalan untuk menghasilkan uang dengan membuka kelas kursus untuk orang-orang tentang hobi kamu, dan kamu bisa pasang tarif untuk kelas yang kamu buat.

Baca Juga: Cara Hasilkan Cuan dari Hobi Makan dan Motret

Setelah mengetahui bahwa aliran pendapatan dari hobi dimungkinkan, kamu harus mempertimbangkan hal berikut ini:

  • Demografi sasaran dan minat konsumen
    Hanya karena kamu pandai dalam hobi kamu bukan berarti orang akan tertarik melihat kamu mempraktikkannya atau membeli produk kamu. Penting untuk meneliti demografi target kamu dan mengukur minat konsumen. Berapa banyak orang yang tertarik dengan hobi kamu? Kemudian, ketika kamu menyempurnakan ide bisnis, kamu perlu menjawab pertanyaan seperti “Siapa demografis target saya?” dan “Bagaimana saya bisa menjual kepada mereka?”
  • Analisis persaingan
    Kamu bukan satu-satunya orang yang bercita-cita untuk mengubah hobi menjadi bisnis. Kemungkinannya bisa sudah ada ratusan, ribuan atau lebih orang yang melakukan apa yang kamu lakukan dan sudah lebih dulu menghasilkan uang dari hobinya yang sama dengan kamu. Jika kamu ingin sepotong kue, kamu perlu cara untuk membedakan diri dari pesaing. Apa yang membuat merek kamu unik? Diperlukan analisis kompetitif secara menyeluruh di sini.
  • Biaya dan profitabilitas
    Selanjutnya, kamu harus memikirkan model keuangan kamu. Akan seperti apa pengeluaran kamu dan apa potensi keuntungan kamu? Untuk beberapa hobi, seperti yoga atau bermain musik, mungkin keperluan biaya berulang sangat kecil. Namun untuk yang lain, seperti hobi pengerjaan kayu atau lukisan, kamu harus hati-hati menghitung biaya persediaan dan harga yang akan dibayar pelanggan. Dari sana, kamu juga harus memetakan potensi pertumbuhan bisnis prospektif kamu. Dengan kata lain, jalan apa yang kamu miliki untuk meningkatkan pendapatan dari waktu ke waktu sambil mengurangi biaya dan meminimalkan waktu yang dibutuhkan untuk berinvestasi.
  • Kematian sebuah hobi
    Sebelum Anda terlalu bersemangat tentang prospek mengubah hobi menjadi bisnis, ada sebuah peringatan: mengubah hobi menjadi bisnis mungkin berarti hilangnya kenikmatan yang kamu peroleh dari hobi itu. Begitu kamu mulai menganggap tugas ini sebagai pekerjaan, hubungan kamu dengan aktivitas hobi akan berubah dan kemungkinan menjadi lebih buruk. Selain itu, kamu mungkin dipaksa untuk memikirkan hobi terus menerus atau mempraktikkannya dengan cara yang berbeda.

Mengubah hobi menjadi bisnis lebih kompleks daripada yang disarankan artikel ini. Kamu masih perlu menyusun rencana bisnis, mendapatkan pendanaan (jika membutuhkan modal awal) dan membangun personal branding. Tetapi mengetahui bahwa hobi kamu memiliki potensi sebagai ide bisnis merupakan awal terbaik untuk memulai usaha.**(RW)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply