Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Thursday, October 1, 2020
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

Alasan Kenapa Kandidat Berkualitas Gagal Dapat Kerja (Bagian 2)

Ilustrasi. Sumber foto: JBCconnect.comIlustrasi. Sumber foto: JBCconnect.com

Topcareer.id – Kamu mungkin seorang pekerja yang hebat dan memiliki banyak pengalaman, serta menawarkan banyak kualitas kepada perusahaan yang mewawancara kamu.

Namun, setelah memberikan semua poin terbaik yang dimiliki sebagai calon karyawan yang jelas sangat qualified, kenapa kamu masih saja gagal diterima?

Tidak hanya dirimu, banyak kandidat lain yang bahkan lebih qualified daripada kamu juga mengalami penolakan dan gagal.

Ya, ini memang skenario pencarian kerja yang paling menjengkelkan dan membingungkan. Mari lihat lebih dalam, apa sih yang bisa menyabotase peluang seseorang yang berkualitas untuk dipekerjakan?

Bagian dua dari artikel.

Harapan gaji yang tidak realistis
Merupakan hak prerogatif setiap kandidat untuk meminta kenaikan gaji dan tunjangan yang layak saat beralih ke pekerjaan baru, tetapi memiliki ekspektasi yang tidak realistis dapat membuat kandidat yang walaupun awalnya dinilai potensial dan qualified, malah jadi terlihat rakus.

Sebelum menyebutkan gaji dan benefit yang diharapkan kepada pewawancara, sebaiknya lakukan riset dan dapatkan gambaran tentang kisaran gaji profesional di profil dan pengalaman kerja yang serupa. Juga, bersedialah untuk sedikit fleksibel dan bernegosiasi untuk kesepakatan terbaik.

Sikap
Kandidat mungkin muak dengan politik kantor lamanya, gaji rendah atau manajemen yang buruk, tetapi meskipun dirinya memiliki banyak skill yang dibutuhkan, tidak serta merta bisa seenaknya mencurahkan isi hatinya,

Kejujuran 100% bukanlah kebijakan terbaik di depan pewawancara, ingat kan? Jika kandidat memproyeksikan atasannya saat wawancara dalam cahaya yang buruk, itu mungkin menjadi boomerang dan menunjukkan kandidat bukanlah pemain tim dan justru dianggap orang yang terlalu banyak bicara, serta tidak bisa menjaga rahasia perusahaan.

Nasib
Selalu ada kemungkinan bahwa anggaran yang dialokasikan untuk perekrutan dialihkan ke departemen lain atau manajer perekrutan memutuskan untuk mengubah area tanggung jawab utamanya.

Atau, bisa saja mendadak manajer perekrutan lebih memilih kandidat internal dan membatalkan perekrutan dari luar. Sehingga seberapapun qualified nya seorang kandidat, tetap saja tidak akan mendapat pekerjaan di perusahaan tersebut.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply