Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Wednesday, September 30, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Madu Dianggap Lebih Baik Atasi Gejala Batuk dan Pilek

Topcareer.id – Para peneliti mengungkapkann bahwa madu sangat baik untuk mengobati batuk, hidung tersumbat dan sakit tenggorokan. Madu murah, mudah didapat, dan hampir tidak memiliki efek samping.

Dokter dapat merekomendasikannya sebagai alternatif yang cocok untuk antibiotik, yang sering diresepkan untuk infeksi semacam itu, meskipun tidak efektif, kata para ilmuwan dari Universitas Oxford mengutip The Guardian.

Infeksi saluran pernapasan bagian atas (ISPA) memengaruhi hidung, tenggorokan, kotak suara, dan saluran udara besar (bronkus) yang mengarah dari tenggorokan ke paru-paru.

Baca Juga: Memisahkan Mitos dan Fakta Seputar Madu Asli

Meskipun National Health Service (NHS) Inggris memperingatkan agar tidak memberikannya kepada anak-anak karena bahaya botulisme, namun madu dinyatakan telah lama digunakan sebagai obat rumahan untuk mengobati batuk dan pilek, tetapi bukti keefektifannya untuk berbagai gejala saluran pernapasan bagian atas pada orang dewasa belum ditinjau secara sistematis.

Untuk mengatasi hal ini, para ilmuwan melihat database penelitian untuk studi relevan yang membandingkan madu dan bahan perawatanlain seperti jenis antihistamin, ekspektoran, penekan batuk, dan obat penghilang rasa sakit.

Analisis data studi menunjukkan bahwa madu lebih efektif daripada bahan perawatan biasanya untuk memperbaiki gejala, terutama frekuensi dan tingkat keparahan batuk. Dua studi menunjukkan bahwa gejala berlangsung satu hingga dua hari lebih sedikit di antara mereka yang diobati dengan madu.

Namun, para peneliti, Hibatullah Abuelgasim, dari Sekolah Kedokteran Universitas Oxford, dan Charlotte Albury dan Joseph Lee, dari Departemen Ilmu Kesehatan Perawatan Dasar Nuffield, mencatat bahwa madu adalah zat yang kompleks dan bukan produk yang seragam.

Mereka juga menunjukkan bahwa hanya dua penelitian yang melibatkan efek plasebo, dan mengatakan perlu lebih banyak penelitian semacam itu sebelum kesimpulan pasti dapat dicapai.

Para peneliti menyarankan madu dapat memberikan alternatif ketika dokter ingin meresepkan sesuatu untuk mengobati gejala saluran pernapasan bagian atas dengan aman.

Mereka menyimpulkan: “Madu adalah obat awam yang sering digunakan dan diketahui oleh pasien. Itu juga murah, mudah didapat dan memiliki bahaya terbatas. Ketika dokter ingin meresepkan Upper Respiratory Tract Infection (URTI), kami akan merekomendasikan madu sebagai alternatif antibiotik.”

Madu lebih efektif dan tidak terlalu berbahaya daripada perawatan alternatif biasa dan menghindari kerusakan melalui resistensi antimikroba.

the authorSherley Agnesia

Leave a Reply