Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Thursday, October 1, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Untuk Pertama Kalinya, Singapore Airlines Lakukan Efisiensi Pegawai

Topcareer.id-Perusahaan Singapore Airlines (SIA) memutuskan untuk memangkas 4.300 karyawan di seluruh maskapai penerbangannya.

Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan pemulihan industri penerbangan global yang masih panjang akibat Pandemi Covid-19, serta kebutuhan mendesak perusahaan untuk beradaptasi dengan masa depan yang tidak pasti.

Diketahui, usai memperhitungkan pembekuan perekrutan, pengurangan alami, dan penerapan skema pengunduran diri sukarela, angka staf potensial yang terkena dampak menjadi 2.400 di Singapura, serta di kantor perwakilan di luar negeri.

Perusahaan juga akan bekerja sama dengan mereka untuk menyelesaikan pengaturan terhadap yang terkena dampak, dan mencoba meminimalkan stres dan kecemasan pada para pegawainya.

Baca Juga: United Airlines Umumkan PHK 16 Ribu Pekerjanya per 1 Oktober

“Ketika pertempuran melawan Covid-19 dimulai pada awal tahun ini, tidak seorang pun dapat memprediksi dampaknya yang menghancurkan pada industri penerbangan global,” ucap Chief Executive Officer Singapore Airlines, Goh Choon Phong dalam keterangan tertulis, Kamis (10/9/2020).

“Sejak awal, prioritas kami adalah memastikan kelangsungan hidup dan menyelamatkan pekerjaan sebanyak mungkin. Mengingat jalan menuju pemulihan akan panjang dan penuh dengan ketidakpastian, dengan sangat menyesal, kami harus menerapkan langkah-langkah pengurangan pegawai.”

Goh Choon Phong menambahkan, ini merupakan keputusan paling sulit dan menyakitkan dalam 30 tahunnya bersama SIA.

“Beberapa minggu ke depan akan menjadi minggu-minggu terberat dalam sejarah grup perusahaan SIA, karena beberapa teman dan rekan sekerja kami akan meninggalkan perusahaan. Kami akan melakukan proses ini dengan sikap yang hormat dan adil, dan melakukan yang terbaik untuk memastikan bahwa mereka menerima semua dukungan yang diperlukan selama masa sulit ini.”

Seperti diketahui sebelumnya, Perusahaan sebelumnya berharap dapat beroperasi di bawah 50% dari kapasitasnya pada akhir tahun keuangan 2020/21. Kelompok industri juga memperkirakan bahwa lalu lintas penumpang tidak akan kembali pada posisi sebelumnya, minimal hingga 2024.

Dibandingkan dengan kebanyakan maskapai besar di dunia, Grup perusahaan SIA berada dalam posisi yang lebih rentan karena tidak memiliki pasar domestik yang akan pulih lebih dahulu.

Agar bisa tetap bertahan, Perusahaan akan mengoperasikan armada yang lebih kecil, pada jaringan yang lebih sedikit, dibandingkan dengan operasi mereka sebelum Covid.**(RW)

the authorSherley Agnesia

Leave a Reply