Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Saturday, October 31, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Pemerintah Inggris Bersikeras Tak Mau Lockdown Meski Kasus Virus Corona Terus Meningkat

Topcareer.id – Tak hanya Indonesia, khususnya Jakarta yang kembali melakukan PSBB karena kasus COVID-19 akibat virus corona meningkat, Inggris pun alami peningkatan kasus juga.

Menteri Kesehatan Inggris mengatakan infeksi virus corona baru meningkat di seluruh Inggris, dengan Rumah Sakit menerima pasien dua kali lipat setiap delapan hari, apakah Inggris akan melakukan lockdown atau penguncian nasional kembali di bulan depan?

Inggris telah melaporkan jumlah kematian terbesar kelima akibat COVID-19 di dunia, setelah Amerika Serikat, Brasil, India, dan Meksiko, menurut data yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins.

Baca Juga: 5 Kota Ini Kembali Lockdown karena Kasus Virus Corona Meningkat Lagi

Ditanya pada hari Jumat (18/9) berulang kali oleh Sky News tentang prospek lockdown kedua bulan depan, Menteri Kesehatan Matt Hancock mengatakan: “Lockdown adalah pilihan terakhir, pemerintah akan melakukan apa pun untuk mengatasi virus.” Kata Hancock.

“Jumlah orang di rumah sakit meningkat dua kali lipat setiap delapan hari atau lebih … kami akan melakukan apa yang diperlukan untuk menjaga keamanan orang. Dan kami terus meninjau hal-hal ini.” Tambahnya.

Perdana Menteri Boris Johnson dikritik oleh politisi oposisi atas tanggapan awalnya terhadap wabah tersebut dan pemerintah telah berjuang untuk memastikan pengujian yang memadai dalam beberapa pekan terakhir.

Johnson mengatakan dia tidak menginginkan adanya lockdown kedua dan pemerintah akan melakukan “segala daya upaya untuk mencegahnya”.

Inggris baru-baru ini memperkenalkan aturan “rule of six”, dimana peraturan tersebut membatasi pertemuan sosial untuk enam orang. Tetapi para kritikus mengatakan tindakan ini tidak memadai, mengingat sikap yang lebih santai terhadap jarak sosial di restoran dan pub di tengah dorongan pemerintah untuk mendorong orang-orang kembali ke kantor.

Kasus COVID-19 mulai meningkat lagi di Inggris pada bulan September, dengan kisaran 3.000 hingga 4.000 orang dites positif setiap hari dalam seminggu terakhir, walaupun itu masih jauh di belakang Prancis yang lebih dari 10.000 kasus positif sehari.

Financial Times melaporkan bahwa para ilmuwan terkemuka yang menasihati pemerintah Inggris telah mengusulkan lockdown atau penguncian nasional kembali selama dua minggu pada bulan Oktober untuk mencoba mengatasi meningkatnya jumlah kasus.**(RW)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply