Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Friday, October 30, 2020
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

5 Kebiasaan yang Wajib Ditinggalkan Jika Ingin Karier Melesat!

Ilustrasi. (dok. Multibriefs)

Topcareer.id – Siapa yang tidak mau punya karier cemerlang? Jabatan tinggi dan gaji besar mungkin adalah impian semua orang. Sayangnya tidak semua berhasil meraihnya.

Kesuksesan karier sendiri tidak melulu soal kepintaran atau pengalaman. Banyak faktor yang ikut menentukan masa depan seseorang di dunia kerja yang penuh persaingan. Selain hard skill yang sebelumnya kamu kuasai, soft skill juga sangat menentukan.

Nah ngomong-ngomong, setidaknya ada lima hal yang harus dihindari bila ingin karier kita lebih melesat. Apa saja? Coba simak!

Anti Kritik
Tidak ada yang sempurna. Oleh karena itu, kita harus membuka ruang selebar mungkin untuk perbaikan. Bila selalu merasa benar sendiri, kolega atau atasan kita bisa jadi malas bekerja dengan kita. Sama saja menutup pintu promosi bukan?

Terlalu Sensitif
Saat dikritik atau bahkan dimarahi, jangan gampang dimasukan ke hati alias baper. Coba resapi dulu, siapa tahu memang kinerja kita kurang memuaskan. Anggap kritikan tersebut sebagai pemacu untuk lebih baik lagi. Yang untung kita sendiri bukan?

Baca juga: Lima Alasan Belajar Bahasa Asing Bisa Tingkatkan Karier

Terlalu Nyaman
Jangan sampai terjebak di dalam zona nyaman. Mungkin gaji sudah oke dan semua pekerjaan sudah otomatis selesai dengan hanya “menutup mata.” Terlalu nyaman dengan keadaan saat ini hanya akan membuatmu tidak berkembang. Ayo jangan berpuas diri dan kejar posisi yang lebih tinggi lagi dengan prestasi!

Kurang Inisiatif
Bekerja hanya jika disuruh dan kurang memiliki inisiatif bisa membuatmu kurang dihargai. Orang lain jadi malas dan meremehkan kemampuan kita. Kita di-hire untuk menjadi solusi. Yuk mulai belajar memiliki mental pemimpin sebelum memimpin banyak orang ke depannya.

Sering Mengeluh
Jangan memelihara mindset negatif dengan sedikit-sedikit mengeluh. Apapun tantangannya, fokuslah untuk menyelesaikan masalah tersebut alih-alih menghabiskan energi berkeluh kesah.

Toh suka atau tidak suka, kita tetap harus menyelesaikannya bukan? Kembali lagi, jadilah solusi dan pemberi kontribusi berarti supaya kita lebih dihargai.**(Feb)

the authorSherley Agnesia

Leave a Reply