Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Tuesday, October 27, 2020
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Tak Perlu Takut, Donor Darah Tetap Aman Selama Pandemi

Topcareer.id – Pandemi virus corona telah membuat banyak orang merasa takut untuk melakukan donor darah.

Banyaknya berita tentang COVID-19 juga berperan mempengaruhi masyarakat yang kurang teredukasi dengan baik dan menciptakan mindset negatif.

Dari sekian banyak hal yang ditakuti, antara lain, benarkah donor darah saat pendemi ini bisa menyebabkan tertular atau menularkan virus corona? Apa yang bisa dilakukan agar donor darah tetap aman dari virus?

Baca Juga: Diuji Coba, Donor Plasma Darah dari Pasien Sembuh Covid-19

Yayasan Laskar Aferesis Berbagi (YLAB) yang bergerak di bidang donor darah, dan bertugas mendonorkan trombosit untuk kebutuhan transfusi pasien kanker memberikan penjelasan mengenai hal ini.

Menurut Kepala Divisi Komunikasi dan Informasi YLAB, Mila Rahmania, hingga saat ini belum ada kasus mengenai penularan COVID-19 melalui darah baik melalui transfusi maupun proses donor darah.

Agar masyarakat terhindar dari pikiran negatif dan ketakutan tentang aktivitas kemanusiaan donor darah, YLAB mengadakan Webinar “NGOBROL BARENG YAYASAN LASKAR APHERESIS BERBAGI (YLAB) bersama dr. YANTO CIPUTRA” via ZOOM yang akan diadakan pada hari Minggu, 27 September 2020, pukul 13.00 – 15.00 WIB. Informasinya lebih lanjut kamu bisa lihat melalui instagram resmi YLAB @apheresissquad dan @topcareer.id.

“Kita belum tahu kapan pandemi ini akan berakhir. Yang kita tahu, setiap harinya akan selalu ada pasien yang membutuhkan transfusi trombosit dan mereka tidak bisa menunggu hingga pandemi ini berakhir. Di sini YLAB mendorong teman-teman untuk tetap melakukan donor trombosit seperti biasa agar pasokan trombosit tetap tseerjaga.”kata Mila.

Di YLAB para perawat melakukan langkah-langkah keamanan ekstra agar para pendonor dan staff tetap aman dan sehat selama proses donor berlangsung, seperti:

  • Skrining kondisi tubuh pendonor sebelum masuk rumah sakit
  • Mengurangi jumlah pendonor yang duduk di ruang tunggu
  • Penggunaan APD bagi perawat
  • Mewajibkan seluruh pendonor menggunakan masker
  • Mendorong pendonor dan perawat untuk mencuci tangan sesering mungkin
  • Disinfeksi tempat donor secara berkala
  • Mendorong pendonor untuk segera pulang setelah selesai

Tunda aktivitas donor jika:

  • Kurang dari 21 hari semenjak pulang dari daerah beresiko virus corona
  • Kurang dari 21 hari semenjak kontak langsung dengan pengidap infeksi COVID-19
  • Kurang dari 3 bulan semenjak sembuh dari infeksi COVID-19

Mila juga menambahkan “Pastikan tubuh dalam kondisi sehat. Belum ada penelitian tentang penularan COVID-19 lewat transfusi darah. Namun kalau merasa sakit, baiknya tunda donor hingga benar-benar sembuh karena kesehatan diri sendiri lah yang paling utama. Selain itu juga untuk menghindari penularan penyakit ke pendonor lainnya atau perawat yang bertugas.”pungkasnya.**(RW)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply