Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Saturday, October 24, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Kemendag Lepas Ekspor 16,65 Ton Kopi ke Australia Senilai Rp 1,34 Miliar

Ilustrasi: MediumIlustrasi: Medium

Topcareer.id – Kementerian Perdagangan mendukung penuh pengembangan ekspor kopi ke kancah dunia. Kemendag melepas 16,65 ton kopi arabika Java Preanger Jabarano senilai oleh Rp 1,34 miliar oleh CV Frinsa Agrolestari ke Australia.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Kasan, mengungkapkan momentum pelepasan ekspor produk bernilai tambah ini, sekaligus merupakan wujud konkret pemerintah bersama pelaku bisnis untuk terus berupaya menjaga keseimbangan neraca perdagangan.

“Diharapkan, pelaku bisnis terus berinovasi dan memanfaatkan peluang pasar yang ada di dalam dan luar negeri,” ujar Kasan dalam keterangan tertulis, Jumat (9/10/2020).

Selain ke pasar Australia, pada 2020 CV. Frinsa Agrolestari juga mendapatkan kontrak ekspor sebanyak 5 kontainer ke Amerika Serikat, 2 kontainer ke Belgia, dan 1 kontainer ke Rusia.

Direktur PPE Olvy menambahkan, guna memperluas pasar ekapor Indonesia, Kemendag berkomitmen memfasilitasi pelaku ekspor melalui perwakilan perdagangan yang ada di berbagai negara, termasuk Australia.

“Kemendag akan terus mendukung pelaku usaha untuk meningkatkan ekspornya. Diharapkan sinergi yang baik akan terus terjalin untuk melewati masa sulit pandemi ini dan meningkatkan ekspor guna menggerakkan roda perekonomian dan perdagangan Indonesia,” pungkas Olvy.

Baca juga: Mendag Sampaikan Kunci Ekspor Produk Jamu di Masa Pandemi

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan, kopi indonesia, khususnya jenis arabika dari Jawa Barat sangat diminati di pasar internasional karena memiliki cita rasa yang khas.

Hal ini menjadi nilai lebih bagi citra kopi Indonesia di pasar internasional sehingga harus dijaga dan dipromosikan dengan lebih intensif.

“Ekspor kopi ke Australia sebanyak 16,65 kg senilai Rp 1,34 miliar ini dapat kita jadikan stimulus kebangkitan pelaku usaha Jawa Barat guna memulihkan ekonomi masyarakat,” ujar Ridwan.

Berdasarkan data BPS, neraca perdagangan kopi Indonesia pada periode Januari-Juli 2020, baik biji kopi (coffee beans) maupun olahan mengalami surplus sebesar USD 670,03 juta.

Capaian tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara eksportir terbesar ke-7 kopi dunia dengan pangsa ekspor sebesar 4,05 persen pada 2019 setelah Brasil (14,02 persen), Jerman (8,74 persen), Vietnam (7,80 persen), Swiss (7,33 persen), Kolumbia (7,13 persen), dan Italia (4,88 persen).

Baca juga: Di Tengah Pandemi, Industri Olahan Kakao Sumbang Ekspor Rp8,08 Triliun

Jawa Barat memiliki potensi dan peluang peningkatan ekspor kopi. Ekspor kopi Jawa Barat periode Januari-Juli 2020 tercatat sebesar USD 3,26 juta atau meningkat 35,20 persen dibanding periode yang sama tahun 2019 yang tercatat USD 2,41 juta.

Saat ini, Jawa Barat menduduki peringkat ke-8 sebagai provinsi yang memiliki ekspor kopi utama Indonesia dengan pangsa ekspor sebesar 0,44 persen, setelah Provinsi Banten (32,08 persen), Lampung (22,98 persen), Sumatera Utara (22 persen), Jawa Timur (13,01 persen), dan Aceh (7,12 persen).**(Feb)

Leave a Reply