Find Us on Facebook

Subscribe to Our Channel

https://www.youtube.com/@topcareertv1083

Tren

WHO: Anak Muda Mungkin Tak Akan Dapat Vaksin Covid-19 Hingga 2022

9 dari 10 Negara Afrika Melewatkan Target Vaksinasi Covid-19Foto Ilustrasi Vaksin Covid-19

Topcareer.id – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyampaikan anak muda yang sehat mungkin tidak akan mendapat vaksin virus corona sampai tahun 2022 karena otoritas kesehatan masyarakat fokus pada imunisasi orang tua dan kelompok rentan lainnya.

Kepala Ilmuwan WHO, Dr. Soumya Swaminathan mengatakan, petugas kesehatan, pekerja garis depan dan orang tua kemungkinan akan ditawari vaksin terlebih dahulu, meskipun rincian prioritas masih dikerjakan oleh WHO dan kelompok penasihatnya.

Dan tentu saja, kata dia, vaksin untuk virus tersebut masih belum dianggap aman dan efektif oleh WHO, Uni Eropa atau Amerika Serikat.

Baca Juga: 7 Mitos Seputar Vaksin yang Harus Kamu Tahu (Bagian 1)

“Orang cenderung berpikir bahwa pada tanggal 1 Januari atau 1 April, saya akan mendapatkan vaksin, dan kemudian semuanya akan kembali normal. Tidak akan seperti itu,” kata Swaminathan dalam keterangannya pada Rabu (14/10/2020), dikutip dari laman CNBC.

Dia menambahkan bahwa dunia diharapkan akan memiliki setidaknya satu vaksin yang aman dan efektif pada tahun 2021, tetapi akan tersedia dalam jumlah terbatas.

Kelompok penasihat strategis yang terdiri dari para ahli imunisasi, atau SAGE, baru-baru ini menerbitkan pedoman untuk negara-negara tentang cara mempertimbangkan untuk memprioritaskan kelompok orang yang berbeda.

Swaminathan menambahkan, Lebih dari 10 vaksin virus corona di seluruh dunia sedang dalam uji klinis tahap akhir. Karena berbagai vaksin berpotensi disiapkan untuk didistribusikan, SAGE akan merilis panduan tentang populasi apa yang paling cocok untuk setiap vaksin dan bagaimana mendistribusikannya secara logistik.

“Kebanyakan orang setuju bahwa ini dimulai dari petugas kesehatan dan petugas garis depan, tetapi kemudian kamu perlu menentukan siapa di antara mereka yang memiliki risiko tertinggi, kemudian orang tua dan seterusnya,” kata Swaminathan.

“Akan ada banyak panduan yang keluar, tapi saya pikir rata-rata anak muda yang sehat mungkin harus menunggu hingga 2022 untuk mendapatkan vaksin.”

Pejabat tinggi WHO telah memperingatkan negara-negara agar tidak mengamankan dosis vaksin untuk warganya sendiri seperti yang telah dilakukan Amerika Serikat dan China, yang oleh Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus disebut nasionalisme vaksin.**(RW)

Leave a Reply