Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Friday, October 23, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Ilmuwan Oxford Kembangkan Tes Antigen Deteksi Covid-19 Hanya 5 Menit

Contoh hasil rapid test corona. (dok. ANTARA FOTO/Jojon/foc.)

Topcareer.id – Penelitian terhadap vaksin maupun tes Covid-19 terus berkembang. Salah satunya, para ilmuwan dari Universitas Oxford Inggris yang telah mengembangkan tes Covid-19 cepat, di mana mampu mengidentifikasi virus corona dalam waktu kurang dari lima menit.

Menurut para peneliti, nantinya tes cepat ini bisa digunakan dalam pengujian massal di bandara dan bisnis perkantoran.  Universitas mengatakan pihaknya berharap untuk memulai pengembangan produk perangkat pengujian pada awal 2021 dan memiliki perangkat yang disetujui tersedia 6 bulan kemudian.

Perangkat tersebut mampu mendeteksi virus corona dan membedakannya dari virus lain dengan akurasi tinggi, kata para peneliti dalam studi pra-cetak.

Baca Juga: Menko Luhut Minta BPPT dan Bio Farma Segera Produksi PCR dan Rapid Test

“Metode kami dengan cepat mendeteksi partikel virus yang utuh. Sederhana, sangat cepat, dan hemat biaya,” kata Profesor Achilles Kapanidis, dari Departemen Fisika Oxford, mengutip laman CNBC, Kamis (15/10/2020).

Tes antigen cepat ini dipandang sebagai kunci dalam meluncurkan pengujian massal dan membuka kembali ekonomi di bawah tekanan virus corona yang masih beredar. Tes antigen yang sudah digunakan kini lebih cepat dan lebih murah, tetapi kurang akurat daripada tes PCR molekuler yang ada.

Siemens Healthineers pada Rabu (14/10/2020) mengumumkan peluncuran tes kit antigen cepat di Eropa untuk mendeteksi infeksi virus corona, tetapi memperingatkan bahwa industri mungkin berjuang untuk memenuhi lonjakan permintaan.

Meskipun platform Oxford hanya akan siap tahun depan, tes tersebut dapat membantu mengelola pandemi pada musim dingin mendatang. Pejabat kesehatan telah memperingatkan bahwa dunia perlu hidup dengan virus corona bahkan jika vaksin dikembangkan.

“Perhatian yang signifikan untuk musim dingin yang akan datang adalah terkait efek tak terduga dari co-sirkulasi SARS-CoV-2 dengan virus pernapasan musiman lainnya,” kata Dr Nicole Robb, dari Warwick Medical School.

“Kami telah menunjukkan bahwa pengujian kami (tes) dapat diandalkan untuk membedakan antara virus yang berbeda dalam sampel klinis, sebuah perkembangan yang menawarkan keuntungan penting dalam fase pandemi berikutnya.”**(RW)

Leave a Reply