Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Tuesday, November 24, 2020
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

8 Tanda Kesepian yang Jarang Disadari (Bagian 1)

Topcareer.id – Pernahkah kamu bertanya-tanya pada diri sendiri mengapa kamu merasa sendirian, bahkan di ruangan yang riuh ramai?

Definisi kesepian menurut kamus Merriam-Webster, berarti tidak ditemani; terputus dari orang lain; sedih karena sendirian.

Emosi yang muncul ketika kamu merasa sendirian bisa sangat kuat dan dapat memicu kekecewaan serta depresi. Bahkan dalam kasus yang ekstrim, kesepian dapat menyebabkan kematian dini, kata John Cacioppo, PhD, seorang psikolog dari Universitas Chicago di Illinois, AS.

Menurut Mayo Clinic, memiliki jaringan dukungan sosial yang kuat sangat penting selama masa-masa sulit, baik dari stres kerja atau mengalami tahun yang penuh dengan kehilangan atau penyakit.

Jaringan dukungan sosial terdiri dari keluarga, teman, dan sahabat. Memiliki hubungan yang intim dengan orang lain membantu kamu merasa diperhatikan dan mempertahankan optimisme, serta membantu dalam manajemen stres. Semua manfaat emosional ini mengarah pada kekebalan yang lebih kuat untuk membantu melawan penyakit dan stres.

Baca juga: Robot Hewan Peliharaan untuk Hilangkan Kesepian Lansia yang Sedang Diisolasi

Studi demi studi menunjukkan bahwa orang yang kesepian bisa tiga hingga lima kali lebih mungkin meninggal secara prematur daripada orang yang merasakan hubungan dalam hidup mereka.

“Kesepian sebenarnya adalah adaptasi evolusioner yang seharusnya memacu kita untuk kembali bersosialisasi, agar kita lebih bahagia dan lebih aman,” kata Dr. Cacioppo.

Berikut ini tanda-tanda kesepian yang seringkali tidak disadari.

Bagian pertama dari artikel:

1) Kualitas tidur terganggu
Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Sleep, kesepian dapat merusak kesempatan kamu untuk mendapatkan tidur malam yang nyenyak. Pada penelitian yang dilakukan pada beberapa peserta, semakin kesepian peserta, maka semakin tinggi tingkat tidur yang terfragmentasi.

“Yang ditemukan adalah bahwa kesepian tidak mengubah jumlah total tidur pada individu, tetapi membangunkan mereka lebih banyak di malam hari,” kata penulis utama Lianne Kurina, PhD.

2) Sering berlama-lama mandi air panas dan minum cokelat panas
“Semakin kesepian seseorang, semakin banyak mereka mandi hangat. Semakin panas airnya, semakin lama mereka mandi,” kata John Bargh, PhD, psikolog dan peneliti di Universitas Yale di New Haven, Connecticut, AS yang memimpin sebuah studi tentang kehangatan fisik dan hubungan sosial.

Penelitiannya yang diterbitkan dalam jurnal Emotion, Bargh, mensurvei 51 mahasiswa tentang tingkat kesepian dan kebiasaan sehari-hari mereka. Bargh menyimpulkan bahwa beberapa orang menggunakan kehangatan fisik seperti mandi air hangat dan minum cokelat panas sebagai pengganti kehangatan sosial.

Baca juga: Ini Faktor Penyebab Kesepian dan Cara Mengatasinya

3) Lebih mencintai benda daripada orang
Pernah terpikir mengapa kamu begitu terikat dengan laptop baru kamu? Sepeda? Motor atau mobil kamu? Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Consumer Research, beberapa orang memperlakukan benda-benda mati itu dengan agak berlebihan karena kesepian.

Para ahli mengatakan bahwa kepemilikan benda bukanlah pengganti yang sehat untuk hubungan langsung sosial yang sebenarnya. Faktanya, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa memiliki barang sebenarnya pengaruh pada tingkat kebahagiaan tidak cukup tinggi. Akan lebih baik jika kamu menghabiskan uang untuk suatu pengalaman, seperti pergi liburan.

4) Tertular kesepian
Tahukah kamu bahwa dirimu juga bisa tertular kesepian? Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Personality and Social Psychology oleh Cacioppo dan rekannya, kesepian bisa menular.

Faktanya, 52 persen responden lebih mungkin merasa kesepian jika seseorang yang terhubung langsung dengan mereka juga kesepian.

5) Memiliki lebih banyak ‘Teman’ Facebook atau Instagram dibanding teman nyata
Menurut Facebook, pengguna menghabiskan rata-rata lima puluh menit masing-masing di platform Facebook, Instagram, dan Messenger-nya.

“Jejaring sosial untuk sementara waktu terasa memuaskan bagi orang-orang yang menggunakan itu sebagai sarana berinteraksi,” jelas Cacioppo.

Baca juga: Studi: Suka Mandi Terlalu Lama, Bukti Kamu Kesepian

Saat kamu merasa sendirian, kamu mungkin menghabiskan lebih banyak waktu untuk memosting di situs jejaring sosial daripada mengatur acara makan siang atau makan malam dengan teman di dunia nyata.

Memiliki banyak teman di Facebook atau pengikut di Twitter dan Instagram tidak akan berbuat banyak untuk mencegah kesepianmu. Sebaliknya, penelitian menunjukkan hal itu dapat memperburuk masalah.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply