Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sunday, December 6, 2020
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Asal-Usul Ponten Paraf Sejuta Guru Warisan Peninggalan Belanda

Topcareer.id – Ketika masih sekolah kamu pasti pernah mengumpulkan tugas yang diberikan oleh guru dan saat dikembalikan pada lembar tugas kamu ada semacam paraf yang pasti digunakan oleh seluruh guru di Indonesia.

Sebuah paraf, tanda, atau simbol berbentuk garis lurus yang dilengkungkan. Jika guru sudah memberikan tanda ini, artinya kamu sudah melakukan hal yang benar pada tugas kamu, sehingga kamu tidak perlu lagi mengoreksinya.

Namun, tahukah kamu bahwa simbol ini ada sejarahnya lho. Paraf ini merupakan warisan peninggalan masa penjajahan Belanda yang digunakan untuk menilai tugas sekolah atau untuk menunjukkan bahwa seseorang telah melihat dan menyetujui dengan meninggalkan sebuah paraf.

Baca Juga: Siap-siap, Guru Honorer dan Guru Ngaji Bakal Dapat Subsidi Gaji

Simbol tersebut dalam bahasa Indonesia disebut ikal persetujuan. Tanda ini sebenarnya berasal dari bahasa Belanda, yakni: “goedkeuringskrul” atau “krul.” Dalam bahasa Inggris disebut flourish of approval, atau di masa penjajahan Belanda dulu biasa disebut sebagai “ponten.”

Ponten atau krul ini pertama kali muncul pada awal abad ke-19 bersamaan dengan meningkatnya birokrasi di Belanda. Para sejarawan percaya bahwa simbol ini berasal dari huruf “g” yang ditulis dengan terburu-buru dan berarti ‘goed’ (bagus) atau ‘gezien’ (telah dilihat).

Mungkin bagi kamu atau sebagian orang menganggap simbol ponten ini dikenal di seluruh dunia sebagai paraf untuk menandai sebuah tugas atau catatan sudah benar. Faktanya, tidak semua negara mengerti akan simbol ini.

Jika kamu pergi ke Inggris atau Amerika dan menunjukkan paraf ini di sana, mereka tidak akan mengerti simbol apa itu. Karena, ponten tidak pernah digunakan di luar Belanda, kecuali di negara-negara bekas koloninya seperti Indonesia, Afrika Selatan, Karibia, Aruba, Curaçao, Saint Maarten, dan Suriname.

Meskipun digunakan secara luas di seluruh Belanda dan bekas jajahannya, tidak ada simbol unicode untuk Ikal persetujuan atau Ponten ini. Tetapi ada sebuah simbol unicode pada bahasa Jerman yang mirip dengan simbol krul yaitu Pfennig (₰). Simbol ini terdapat pada uang logam Jerman sejak abad ke-9 hingga digantikan oleh Euro pada awal 1999.**(RW)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply