Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Saturday, December 5, 2020
redaksi@topcareer.id
Profesional

5 Tantangan Terbesar yang Dialami Perekrut di Masa Pandemi

Foto Ilustrasi

Topcareer.id – Tak diragukan lagi bahwa pandemi Covid-19 menghantam banyak jenis industri, salah satunya yakni perekrutan dan akuisisi bakat. Pekerjaan perekrutan kini menghadapi tantangan yang cukup berat, di mana tentu berbeda dengan tantangan sebelumnya.

Kesulitan yang dihadapi perekrut tidak diragukan lagi akan berlanjut untuk beberapa waktu, karena mereka berjuang untuk menemukan kemiripan, tidak hanya untuk kandidat, tetapi juga posisi mereka.

Berikut enam kendala terbesar perekrut yang saat ini dihadapi, seperti dikutip dalam The Ladders.

1. On hold, silakan hubungi lagi nanti

Hambatan terbesar dan yang paling jelas, adalah bagaimana ribuan perusahaan di seluruh dunia harus mengubah kebutuhan perekrutan mereka. Karena mereka tutup untuk selamanya, atau merampingkan pegawai secara drastis.

Ini berarti bahwa kebutuhan perekrutan untuk mereka sangat berbeda tahun ini, karena mereka tidak lagi membutuhkan perekrut atau layanan perekrutan untuk membantu mereka.

Lima industri terbesar yang menghadapi masalah ini adalah Perjalanan dan Pariwisata, Hotel/ Bar/Restoran, Hiburan/Konferensi, dan Pameran Dagang dan Produsen.

2. Merekrut dari rumah

Ini adalah pertama kalinya yang dialami banyak perekrut, di mana mereka harus bekerja dari rumah. Ada banyak masalah dengan cara ini, karena mereka cenderung bekerja berdampingan satu sama lain untuk memastikan alur kerja yang lancar dan mantap, dengan komunikasi yang menjadi prioritas utama mereka.

Hal ini juga dapat menyebabkan Manajer Akuisisi Bakat mengalami masalah karena beberapa di antaranya dikenal sebagai micro management, dan merasa kurang percaya diri melakukannya dengan semua orang WFH dan tidak secara langsung di depan mereka.

Baca juga: Ingin Donor Plasma untuk Bantu Perangi Covid-19? Ini Syaratnya

3. Wawancara video lebih banyak daripada wawancara langsung untuk saat ini

Perekrut harus melakukan peralihan besar-besaran dalam cara mereka menangani setiap kandidat, saat bertemu pertama kali. Norma adalah wawancara langsung, tetapi itu telah berlalu dan kini wawancara video telah jadi opsi baru.

Hal ini dapat menjadi tantangan bagi mereka, karena kenyamanan mereka dalam mempekerjakan orang yang tepat dapat berubah secara dramatis ketika hanya berbicara melalui webcam.

Terkadang, orang tidak dapat berbicara sebebas yang mereka inginkan dalam suasana virtual, dibandingkan dengan suasana tertutup di kantor.

4. Dipekerjakan, bergabung… tapi bagaimana selanjutnya?

Selamat! Kamu diterima bekerja. Pekerjaan keren. Sekarang kita harus melakukan orientasi, tetapi bagaimana orientasi berlangsung? Ada beberapa orang di luar sana yang masih takut keluar dari lingkungannya.

Perekrut mengalami kesulitan untuk menentukan langkah ini, dalam hal memberikan kandidat semua yang mereka butuhkan. Mereka harus memulai hari pertama dari lokasi virtual.

5. Masalah sosial bagi perekrut

Pikirkan orang-orang yang bekerja dalam perekrutan kemungkinan besar, dipilih sebagai orang yang paling banyak bicara. Mereka berkembang menjadi ekstrovert sebagai sebuah pekerjaan.

Beralih dari lingkungan semacam itu ke menyendiri di sebuah ruangan, adalah hal yang mengejutkan bagi mereka, karena ini adalah perubahan total dari proses sehari-hari mereka yang biasa.**(Feb)

Leave a Reply