Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Thursday, November 26, 2020
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

Cara Menjawab Pertanyaan “Mengapa Kamu Dipecat?” saat Wawancara

Foto Ilustrasi Interview (Topcareer.id/Freepik)

Topcareer.id – Pertanyaan dari calon pemberi kerja tentang pekerjaan sebelumnya mungkin tampak kasar, usil serta menjatuhkan mental.

Namun, pertanyaan semacam itu sudah pasti muncul dalam wawancara kerja dan harus ditangani secara profesional. Jadi tetaplah berpikiran positif.

Bersiaplah dengan jawabanmu sebelum menghadiri wawancara kerja, sehingga kamu tidak akan lengah dan memberi respons dengan tidak tepat.

Pertanyaan pribadi dari orang lain tentang status pekerjaan terakhirmu, biar bagaimanapun memang mungkin tampak kasar, namun kamu dapat menanganinya dengan lebih santai.

Dipecat
Dalam sebuah wawancara, tidak ada gunanya dan berbahaya jika mencoba menyembunyikan fakta bahwa kamu dipecat. Calon perusahaan baru kamu dapat mengetahui kebenarannya hanya melalui panggilan telepon. Kendalikan dengan mengangkat masalah sendiri di awal wawancara.

Jangan menyalahkan. Jika konflik dengan atasan lama menyebabkanmu dipecat, terimalah tanggung jawab atas bagian masalah kamu dan jelaskan bahwa kamu berdua tidak dapat bekerja sama. Jangan biarkan postur atau bahasa tubuh kamu menunjukkan sikap defensif seperti bahu membungkuk, lengan menyilang dan menghindari kontak mata.

Beri tahu pewawancara bahwa kamu telah belajar dari pengalaman tersebut. Memperjelas masalah ini akan membuatnya lebih penting daripada yang seharusnya. Setelah itu, segeralah keluar dari topik secepat mungkin dan alihkan perhatian kamu dan pewawancara kepada potensi kontribusi yang akan kamu berikan untuk perusahaan.

Baca juga: Perusahaan Ini Berhasil Kurangi 15.000 Limbah Makanan dalam Satu Tahun

Mengundurkan diri
Jika kamu memang meninggalkan pekerjaan dengan mengundurkan diri, pewawancara kamu berhak mengetahui alasannya. Fokuskan jawaban pada diri kamu sendiri dan jangan sekalipun menjelek-jelekkan atasan, perusahaan, atau kolega lama kamu.

Jika calon perusahaan baru kamu adalah pesaing, tunjukkan loyalitas dan jangan berikan informasi rahasia perusahaan lama. Pewawancara akan mengharapkan kamu menunjukkan kesetiaanmu sebelum memutuskan untuk mempekerjakan kamu.

Jangan pernah sekalipun menggunakan besaran gaji sebagai alasan untuk pergi. Alasan ongkos transportasi atau relokasi kantor menjadi lebih jauh dari biasanya adalah alasan yang lebih dapat diterima.

Jelaskan keterampilan yang telah kamu pelajari selama ini dan bagaimana kamu ingin menerapkannya dalam posisi yang baru dan lebih menantang. Jika kamu kembali bekerja setelah mengambil cuti untuk membina keluarga, melanjutkan pendidikan atau bepergian, tunjukkan bagaimana kamu tetap up-to-date dan terus tumbuh dan belajar.

Diberhentikan
Pewawancara kamu mungkin sudah mengetahui tentang PHK yang dilakukan perusahaan lama kamu jika telah dipublikasikan. Jelaskan jika merger atau restrukturisasi telah menghilangkan posisi kamu dan jangan menyalahkan atau mengkritik perusahaanmu sebelumnya.

Asumsikan sikap percaya diri dan bersiaplah untuk menguraikan pendidikan atau studi terkait pekerjaan yang telah kamu lakukan untuk sementara waktu. Perjelas bahwa kamu tertarik dengan pekerjaan ini dan perusahaan ini.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply