Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Friday, November 27, 2020
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Alasan Mengapa Daging Olahan Lebih Merugikan Kesehatan

Topcareer.id – Umum diketahui bahwa daging olahan dianggap tidak sehat. Bahkan sering dikaitkan dengan penyakit kanker dan jantung dalam banyak penelitian. Tidak diragukan lagi bahwa daging olahan mengandung banyak bahan kimia berbahaya yang tidak terdapat pada daging segar.

Mengutip Healthline, daging olahan adalah daging yang telah diawetkan dengan cara pengasapan, penggaraman, pengasapan, pengeringan atau pengalengan.

Produk makanan yang dikategorikan sebagai daging olahan meliputi sosis, hot dog, salami, ham, daging asap, daging asin dan diawetkan, daging kornet, daging kering, dendeng, dan daging kalengan.

Makan daging olahan dikaitkan dengan peningkatan risiko banyak penyakit kronis, termasuk:

  • Tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Penyakit jantung.
  • Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).
  • Kanker usus dan perut.

Studi tentang konsumsi daging olahan pada manusia semuanya bersifat observasi. Mereka menunjukkan bahwa orang yang makan daging olahan lebih mungkin terkena penyakit ini, tetapi mereka tidak dapat membuktikan bahwa daging olahan yang menyebabkannya.

Baca juga: Riset: Semakin Banyak Orang yang Mengubah Kariernya

Satu hal yang jelas, daging olahan mengandung senyawa kimia berbahaya yang dapat meningkatkan risiko penyakit kronis. Senyawa yang paling banyak dipelajari:

1. Nitrit, Senyawa N-Nitroso dan Nitrosamin

Senyawa N-nitroso adalah zat penyebab kanker yang diyakini bertanggung jawab atas beberapa efek buruk konsumsi daging olahan. Mereka terbentuk dari nitrit (natrium nitrit) yang ditambahkan ke produk daging olahan. Studi pada hewan menunjukkan bahwa nitrosamin dapat memainkan peran utama dalam pembentukan kanker usus.

2. Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAHs)

Pengasapan daging adalah salah satu metode pengawetan tertua, sering kali digunakan dalam kombinasi dengan pengasinan atau pengeringan. Ini mengarah pada pembentukan berbagai zat yang berpotensi berbahaya. Ini termasuk hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH). PAH adalah kelas besar zat yang terbentuk saat bahan organik terbakar.

Dipercaya bahwa PAH dapat menyebabkan beberapa efek merugikan kesehatan dari daging olahan. Sejumlah penelitian pada hewan menunjukkan bahwa beberapa PAH dapat menyebabkan kanker.

3. Heterocyclic Amines (HCAs)

Heterocyclic amines (HCAs) adalah kelas senyawa kimia yang terbentuk saat daging atau ikan dimasak di bawah suhu tinggi, seperti saat menggoreng atau memanggang. Mereka tidak terbatas pada daging olahan, tetapi jumlah yang signifikan dapat ditemukan dalam sosis, bacon goreng, dan daging burger.

HCA menyebabkan kanker bila diberikan pada hewan dalam jumlah tinggi. Secara umum, jumlah ini jauh lebih tinggi daripada yang biasanya ditemukan dalam makanan manusia.

4. Natrium klorida

Produk daging olahan biasanya tinggi natrium klorida. Selama ribuan tahun, garam telah ditambahkan ke produk makanan sebagai pengawet. Namun, ini paling sering digunakan untuk meningkatkan rasa. Meskipun daging olahan bukanlah satu-satunya makanan yang mengandung garam tinggi, hal itu dapat berkontribusi secara signifikan terhadap asupan garam bagi banyak orang.

Konsumsi garam yang berlebihan dapat berperan dalam hipertensi dan penyakit jantung, terutama pada mereka yang memiliki kondisi yang disebut hipertensi sensitif garam. Selain itu, beberapa studi observasi menunjukkan bahwa diet tinggi garam dapat meningkatkan risiko kanker perut.**(Feb)

Leave a Reply