Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Wednesday, December 2, 2020
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

4 Tips Mencari Pekerjaan Bagi Penderita Disleksia

Foto Ilustrasi

Topcareer.id – Mencari pekerjaan tentu membuat stres bagi hampir semua orang. Dan bagi penderita disleksia, tantangan tersebut tampaknya tidak dapat diatasi.

Tapi, hidup dengan disleksia sebenarnya tidak terlalu membatasi pilihan pekerjaan kamu. Tidak berarti kamu tidak bisa menyamai pelamar lain juga.

Dengan riset dan persiapan, kamu pasti bisa memilih karier yang sesuai dengan kekuatanmu. Berikut ini cara untuk mencari pekerjaan bagi penderita disleksia:

Evaluasi keterampilan
Lakukan penilaian diri untuk menentukan apa yang kamu kuasai dan apa yang khususnya menantang. Jika kamu berada di sekolah menengah atas, konselor bimbingan sekolah dapat mengelola tes bakat atau keterampilan. Jika kamu seorang mahasiswa, hubungi kantor layanan karier universitas untuk pengujian atau panduan. Untuk pengujian yang lebih intensif, konsultasikan dengan dokter, pekerja sosial atau psikolog, yang dapat mengevaluasi disleksia kamu.

Baca Juga: Strategi Mencari Pekerjaan Baru di Masa Pandemi

Riset persyaratan kerja
Sebelum melamar kerja, teliti jobdesk penting pekerjaan itu. Nilai kemampuan kamu untuk secara realistis mengatasi aspek pekerjaan yang lebih menantang. Kamu mungkin menemukan kepuasan yang lebih besar dalam posisi yang melengkapi kekuatan alami kamu daripada menghabiskan setiap hari berjuang untuk mengatasi hambatan terkait disleksia.

Pertimbangkan semua opsi
Jangan merasa tertekan untuk mengejar pekerjaan kantoran 9-5. Banyak penderita disleksia menemukan kesuksesan dalam berwirausaha, karena hal itu memberi mereka lebih banyak kebebasan untuk menyesuaikan tugas pekerjaan dengan kekuatan mereka. Banyak juga yang berhasil dalam profesi kreatif seperti desain grafis, seni, arsitektur, atau hiburan.

Cari bantuan profesional
Banyak penderita disleksia berjuang dengan komunikasi tertulis, sehingga sulit untuk mengisi lamaran kerja atau menulis resume dan surat pengantar yang secara akurat menunjukkan keahlian mereka. Mintalah bantuan teman atau anggota keluarga untuk mengoreksi dokumen sebelum mengirimkannya.**(RW)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply