Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Tuesday, November 24, 2020
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Dosis Virus Punya Pengaruh pada Kekebalan Tubuh, Ini Penjelasannya

Ilustrasi virus corona. (dok. BBC)

Topcareer.id – Menurut Dr. Monica Gandhi, seorang dokter penyakit menular dan profesor kedokteran di University of California, San Francisco, ada dua sisi yang tarik menarik antara dosis virus yang masuk (viral dose) dan yang keluar (viral load).

“Jika Kamu mendapatkan lebih sedikit viral dose, maka kamu dapat dengan tenang merawatnya dan menutupinya. Kamu bisa mengalami infeksi tanpa gejala dan cenderung tidak menghasilkan viral load yang tinggi, sehingga penyakit menjadi tidak terlalu parah,” katanya.

Dia mencatat bahwa di tempat dan situasi yang telah mengadopsi universal masking seperti di kapal pesiar Argentina dan di beberapa pabrik pengolahan makanan di AS, penggunaan masker tampaknya menurunkan dosis dengan menyaring beberapa partikel virus.

Namun, ada cara lain yang menarik dan penting untuk memikirkan tentang dosis virus yang masuk. Jika dosisnya cukup kecil, mungkin tidak menyebabkan penyakit tetapi masih dapat menimbulkan respons imun, mirip dengan vaksin.

Faktanya, Gandhi dan rekan penulisnya, Dr.George Rutherford dari departemen epidemiologi dan biostatistik di UCSF, menulis bagian perspektif di New England Journal of Medicine pada bulan September 2020 mengemukakan argumen bahwa dengan mengenakan masker, seseorang kalaupun terpapar virus hanya akan mendapatkan dosis virus yang lebih kecil daripada yang seharusnya, dan ini mencegah penyakit namun masih memicu sistem kekebalan tubuh.

Baca juga: Varian Baru Virus Corona Menyebar di Eropa

Dalam artikelnya, dia dan Rutherford membandingkan dengan “variolation,” yang disebut proses serupa ketika orang dengan sengaja ditularkan sedikit masalah cacar dari orang yang sakit untuk menciptakan kekebalan. Hal ini terjadi sebelum pengenalan vaksin cacar.

“Kami akan memberi mereka sedikit virus dan mereka akan menjadi sedikit sakit dan kemudian mereka akan mengembangkan respons kekebalan, dan itu benar-benar berhasil,” katanya.

Ini juga dapat membantu menjelaskan mengapa beberapa orang tidak pernah mengembangkan gejala Covid-19, tetapi masih memiliki antibodi terhadap virus tersebut. Namun penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk memastikannya.

Karena orang tidak dapat mengontrol seberapa banyak dosis virus yang mereka dapatkan, Gandhi pun mengulangi apa yang dikatakan oleh sebagian besar ahli kesehatan masyarakat yang harus dilakukan untuk tetap seaman mungkin.

Yakni menjaga jarak secara fisik dari orang-orang yang tidak serumah, pilih ruang terbuka daripada di dalam, praktikkan kebersihan tangan dan pakai masker.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply