Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sunday, December 6, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Baru Setahun Rilis, Disney+ Sudah Raup 73,7 Juta Pelanggan

Topcareer.id – Baru setahun sejak Disney+ diluncurkan, tetapi layanan streaming ini telah melampaui ekspektasi dengan menghasilkan 73,7 juta pelanggan. Ini pertumbuhan yang luar biasa mengingat tujuan Disney, pada peluncurannya, adalah mencapai 60 juta hingga 90 juta langganan pada tahun 2024.

Baru setahun berlalu, Disney + dengan cepat mencapai Netflix, yang melaporkan lebih dari 195 juta pelanggan dalam kuartal terakhirnya. Disney juga bergabung dalam perang streaming pada waktu yang kurang lebih sama dengan Apple dan beberapa bulan sebelum NBC Universal dari Comcast.

Mengutip CNBC, beberapa pelanggan tersebut menggunakan layanan melalui bundel atau promosi satu kali, tetapi Disney tidak memerinci angka-angka itu.

Namun, pelanggan langsung berbondong-bondong ke Disney, di mana 10 juta orang mendaftar di hari pertama. Pada kuartal operasi pertama, layanan ini mendapatkan 26,5 juta pelanggan.

Dan angka itu terus melonjak dengan cepat, karena pandemi Covid-19 membuat orang tetap di dalam rumah, Disney+ melonjak dari 33,5 juta pelanggan pada kuartal kedua menjadi 57,5 ​​juta pada kuartal ketiga.

Baca juga: Kabar Positif Vaksin Covid-19 dari Pfizer Membuat Saham Disney Naik

Beberapa analis memperkirakan sebelum peluncuran bahwa layanan tidak akan menjangkau bahkan 20 juta pelanggan pada akhir tahun 2020. Namun analis secara luas dan cepat mengubah cara mereka sejak peluncuran layanan.

Analis Morgan Stanley menaikkan perkiraan langganan streaming Disney+ menjadi 230 juta pada akhir tahun 2025, dan analis MoffettNathanson pada Oktober menaikkan perkiraan mereka menjadi hampir 160 juta pelanggan di seluruh dunia pada tahun 2024.

“Kami memprediksi Disney untuk lebih condong ke streaming, menyiratkan pengeluaran yang lebih tinggi dan lebih banyak konten asli yang bergerak lebih cepat ke platform DTC-nya,” kata analis Morgan Stanley Benjamin Swinburne dalam sebuah catatan kepada investor.

Jumlah pelanggan yang kuat datang saat Disney mendorong layanan streamingnya. Perusahaan pada bulan Oktober mengumumkan bahwa mereka merestrukturisasi divisi media dan hiburannya, memusatkan bisnis medianya ke dalam satu organisasi yang akan bertanggung jawab atas distribusi konten, penjualan iklan, dan Disney+.

“Kami memiringkan skala secara dramatis (menuju streaming),” kata CEO Disney Bob Chapek kepada CNBC saat itu.**(Feb)

Leave a Reply