TopCareerID

Bagi Ibu Bekerja, Coba Lakukan Ini untuk Redakan Stres

Dok. Chispa Magazine

Topcareer.id – Menjadi ibu yang bekerja seperti hal umum jika mereka menjadi mudah stress. Berusaha menyeimbangkan tanggung jawab membesarkan anak, karier, dan kewarasannya secara bersamaan. Hal ini malah kerap membuat ibu bekerja mengorbankan kesehatan mental serta fisik mereka.

Penelitian datang untuk menyelamatkan ibu yang bingung di seluruh dunia dengan menyatakan bahwa olahraga ringan sangat penting untuk menjaga ketenangan di tengah-tengah menyatukan seluruh rumah tangga.

Sebuah studi yang mengamati hasil dari 200 ibu yang bekerja yang terlibat dalam olahraga ringan selama satu minggu memegang kunci yang menjanjikan bagi para ibu yang ingin membuka ketenangan pikiran sambil tetap berada di puncak dalam mengelola kehidupan rumah tangga, kehidupan kerja, dan kemajuan anak-anak mereka.

Studi kasus

Studi ini dilakukan pada bulan April dan para ilmuwan mengambil sampel 200 ibu yang bekerja dengan usia rata-rata sekitar 33 tahun dengan setidaknya satu anak di bawah usia 5 tahun mereka menghabiskan 50 persen waktu mereka bersama, dan beban kerja penuh waktu 30 jam atau lebih dalam seminggu.

Baca Juga: Dilema Perempuan Pekerja Di Tengah Pandemi

Setelah para ilmuwan menemukan kelompok ibu yang bekerja, mereka meminta mereka untuk ikut serta dalam eksperimen melakukan olahraga ringan selama seminggu, mencatat kemajuan mereka seiring berjalannya waktu.

Penulis studi Christine A. Limbers, Christina McCollum, dan Emma Greenwood menemukan bahwa ibu yang melakukan lebih banyak aktivitas fisik selama seminggu melaporkan tingkat stres yang lebih rendah.

“Tingkat aktivitas fisik dengan intensitas sedang yang lebih tinggi melemahkan hubungan antara stres pengasuhan dan kualitas sosial/lingkungan hidup,” kata salah satu penulis dari studi tersebut, mengutip The Ladders.

“Dengan kata lain, tingkat aktivitas fisik intensitas sedang yang lebih tinggi tampaknya mengurangi dampak negatif dari stres pengasuhan pada kepuasan dengan hubungan pribadi seseorang, kepuasan dengan kehidupan seks seseorang, dan kepuasan dengan kondisi lingkungan fisik dan tempat tinggalnya.”

Efek positif dari latihan fisik terhadap bagaimana kita dapat mengatur emosi kita untuk menangani situasi stres dengan penuh percaya diri tidak dapat disangkal.

 “Olahraga dan aktivitas fisik lainnya menghasilkan endorphin, bahan kimia di otak yang bertindak sebagai penghilang rasa sakit alami, dan juga meningkatkan kemampuan untuk tidur, yang pada akhirnya mengurangi stress,” menurut Asosiasi Kecemasan dan Depresi Amerika.

Meditasi, akupunktur, terapi pijat, bahkan bernapas dalam-dalam dapat menyebabkan tubuh memproduksi endorfin. Dan kebijaksanaan konvensional berpendapat bahwa latihan dengan intensitas rendah hingga sedang membuatmu merasa berenergi dan sehat.

Para ilmuwan telah menemukan bahwa partisipasi rutin dalam latihan aerobik telah terbukti menurunkan tingkat ketegangan secara keseluruhan, meningkatkan dan menstabilkan suasana hati, meningkatkan kualitas tidur, dan meningkatkan kemampuan dalam menghargai diri sendiri. “Bahkan lima menit latihan aerobik dapat merangsang efek anti-kecemasan.”**(RW)

Exit mobile version