Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Friday, December 4, 2020
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Menyimpan Dendam Bisa Memperpendek Usia

Foto Ilustrasi

Topcareer.id – Semua orang pasti pernah merasa disakiti oleh seseorang di beberapa titik dalam hidup. Baik dari keluarga, teman, pasangan hingga rekan kerja.

Kamu pasti berinteraksi dengan beragam tipe kepribadian orang yang berbeda setiap hari, perselisihan dan kesalahpahaman yang bisa menyakitimu pasti akan terjadi.

Tetapi kadang-kadang konflik itu melanda saraf dan terlalu sulit untuk dilepaskan. Saat itulah kamu akan terpicu untuk mengembangkan dendam.

Dendam memainkan peran yang unik dalam jiwa. Bagaimanapun, menyimpan dendam terasa seperti hadiah penghiburan mental.

Baca Juga: Cara Jitu Kendalikan Amarah di Kantor

Ini mungkin terdengar agak aneh, tapi itu benar. Menyimpan dendam adalah cara bagi orang untuk secara tidak sadar mencari kasih sayang dan empati sebagai cara untuk mengimbangi perasaan negatif yang dialami di masa lalu. Itulah sebabnya mengapa sangat sulit untuk melepaskan dendam.

Mengapa dendam bisa menyakitimu dan memperpendek usia?
Sebuah studi dari Universitas Emory, Atlanta, Georgia, AS, menemukan bahwa orang yang suka menyimpan dendam memiliki tekanan darah yang lebih tinggi dan lebih mungkin meninggal akibat penyakit jantung daripada orang yang lebih pemaaf.

Ini bisa jadi karena sesuatu yang disebut protein C-reaktif, yang telah dikaitkan dengan penyakit jantung dan stroke. Ketika kamu mengalami perasaan negatif (yang bisa disebabkan oleh konflik), tubuh secara otomatis bersiap untuk melawan.

Berada dalam kondisi “fight mode” untuk waktu yang lama dapat meningkatkan jumlah protein C-reaktif dalam aliran darah kamu yang berpotensi meningkatkan kemungkinan penyakit jantung.

Selain itu, rasa benci yang berkepanjangan juga dapat berdampak negatif pada metabolisme, respons imun, dan fungsi organ. Perasaan itu juga membuat kamu berisiko lebih tinggi mengalami depresi dan kecemasan.**(RW)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply