Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Saturday, December 5, 2020
redaksi@topcareer.id
Profesional

Olahraga Virtual Sambil Donasi

Foto Ilustrasi

Topcareer.id – Demi bertahannya pendidikan di sekolah-sekolah khususnya luar Pulau Jawa akibat pandemi, Asosiasi Alumni Jesuit Indonesia (AAJI) lewat 8 Komunitas Lari Alumni Sekolah Jesuit Indonesia mengajak seluruh elemen masyarakat khususnya Gereja Katolik untuk mengumpulkan dana dengan olahraga virtual selama 6 minggu, mulai dari Bulan November hingga akhir tahun 2020.

“Proses virtual membuka kesempatan keterlibatan yang luas, melintas batas wilayah dan waktu. Kita percaya program akan berjalan baik dengan iman dan pengharapan,”ujar Ketua Panitia Pelaksanaan Caritas Christmas Cross Challenge 2020, Christiano Hendra Wishaka, Minggu (15/11/2020) di Jakarta.

Menurut Hendra, kegiatan ini mengajak mereka yang peduli pada pendidikan untuk berolahraga jalan/lari/sepeda secara virtual. Dengan menggunakan aplikasi Aktivin & Strava, donatur bisa menyumbang Rp.50.000,00 untuk 1 poin. Donatur dapat berdonasi dengan kelipatan Rp.50.000,00 melalu website Aktivin sesuai dengan panduan donasi yang ditujukan ke peserta Cross Challenge sesuai kelompoknya masing-masing.

Setelah para donatur menyelesaikan transaksinya, otomatis target tim yang dipilih akan bertambah. Setiap satu poin, tim yang dipilih akan menyelesaikan tantangannya dengan berjalan kaki/berlari sejauh satu kilometer atau bersepeda sejauh 3 kilometer.

Menunjang Kesejateraan Guru Honorer

Donasi, kata Hendra, dibuka mulai 15 November dan ditutup pada 31 Desember. Seluruh donasi yang terkumpul akan disalurkan melalui Caritas Indonesia untuk mendukung Program Bantuan Pendidikan di Indonesia yang akan fokus untuk menunjang kesejahteraan guru honorer dan fasilitas pendidikan di daerah yang paling terdampak covid-19.

“LG4C ini merupakan cara AAJI menjawab Preferensi Kerasulan Universal tersebut. Untuk memperhatikan yang lemah, tersingkirkan dan kaum muda. Karena kegiatan ini bertujuan untuk menunjang Ketahanan Pendidikan pasca Covid-19 yang berupa bantuan guru honorer, beasiswa, fasilitas pendidikan dan kebutuhan lain,”ujar Ketua Umum AJJI, Adrianus Roy menambahkan.

Menurut Roy, kegiatan ini juga merupakan bentuk kepedulian yang nyata terhadap kondisi krisis saat ini dan menjadi saat yang tepat untuk memperkuat kolaborasi AAJI, KOMDIK- KWI, LDD KAJ, serta para Relijius di 37 Keuskupan. Donasi yang diberikan kata Roy, akan digunakan untuk pengembangan SDM, tata kelola dan ketahanan pendidikan di Indonesia
Donasi dapat dilakukan secara manual atau secara elektronik dengan cara penyetoran tunai, ATM, Mobile Bankong, Kartu Kredit, DRIS code dan e-Wallet (Ovo/Gopay/Dana/Link Aja, dan alat pembayaran elektronik lainnya).

Setiap donasi langsung masuk ke rekening penampung di Bank BCA dan Mandiri atas nama Yayasan Karina-KWI. Seluruh biaya terkait jasa platform, kreatif dan media sosial, jasa tenaga profesional, jere peserta, biaya logistik dan kesekretariatan akan menjadi tanggungan AAJI dan sponsor.

Gerakan Hati

Roy menyebutkan, Caritas Christmas Cross Challenge 2020 (4C) ingin menjadi gerakan hati dan wadah kolaborasi antara awam, imam, biarawati, bruder, frater, para religius di 37 Keuskupan untuk bersama-sama menaruh perhatian yang bermakna pada keberlanjutan pendidikan di daerah dan terdampak pandemi.

Sasaran kedua gerakan ini, kata Roy adalah kesadaran bersama untuk mengembangkan budaya hidup sehat dan bugar sehingga bisa menghadapi pandemi dengan sikap optimis dan penuh harapan.

“Komisi Pendidikan KWI, LDD KAJ, telah bekerjasama dengan AAJI dan jejaring Alumni sebagai motor proses penggalangan dana. Dengan kolaborasi dan berjejaring, serta memanfaatkan teknologi komunikasi, kebersamaan ini dapat menghasilkan manfaat dan dampak yang bermakna bagi Gereja,”ujar Hendra Wishaka menambahkan.

Wishaka menyebut siapa pun bisa ikut partisipasi dalam kegiatan ini. Misalnya si A menyumbangkan Rp 5,000,000 ke Group Jesuit. Maka total poin yang harus “dibayar” tim Jesuit sebanyak 100 poin. Jika ditebus dalam bentuk lari setara dengan 100 kilometer (km), berjalan setara dengan 100 km, bersepeda setara dengan 300 km.
“Siapapun di grup tersebut dapat berpartisipasi untuk “membayar” jumlah KM Target yang terdapat di grup tersebut.

Setiap KM yang dikumpulkan setiap anggota akan dijumlah menjadi total pencapaian grup,”ujar Hendra.
Wishaka menyebut, perbedaan aktivitas jalan dan lari ditentukan dari pace (menit/km). Jalan dikatakan sebagai yang memilki Pace lebih dari 9 menit/km. Lari merupakan aktivitas yang memiliki pace kurang dari 9 menit/km. “Jangan lupa mengatur mode kegiatan di Aplikasi Strava sebelum memulai aktivitas berjalan / berlari / bersepeda,”tegas Hendra Wishaka.**(RW)

the authorRetno Wulandari

Leave a Reply