Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Tuesday, November 24, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Berita Baik Soal Vaksin Bermunculan, WHO Ingatkan Jangan Berpuas Diri Dulu

Topcareer.id – Kabar efektivitas vaksin dari berbagai perusahaan farmasi seperti ‘angin segar’ bagi seluruh orang di dunia, yang beberapa bulan terakhir harus menderita karena pandemi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun menyambut baik, namun mengingatkan agar jangan dulu berpuas diri.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengingatkan bahwa hanya ada jumlah yang sangat terbatas dari vaksin apa pun itu, yang akan tersedia pada paruh pertama 2021 untuk orang selain petugas kesehatan yang menjadi prioritas.

“Meskipun kami terus menerima berita yang menggembirakan tentang vaksin Covid-19 dan tetap optimis dengan hati-hati soal potensi alat baru yang mulai tiba dalam beberapa bulan mendatang, saat ini kami sangat prihatin dengan lonjakan kasus yang kami lihat di beberapa negara, terutama di Eropa dan Amerika,” kata Tedros pada jumpa pers, Senin (16/11/2020).

Vaksin eksperimental Moderna Inc 94,5% efektif dalam mencegah Covid-19 berdasarkan data sementara dari uji coba tahap akhir, menurut pengumuman perusahaan itu pada Senin (16/11/2020). Pengumuman Moderna tersebut menjadi pembuat obat AS kedua yang melaporkan hasil yang jauh melebihi harapan.

Bersama dengan vaksin Pfizer Inc, yang juga lebih dari 90% efektif, dan menunggu lebih banyak data keamanan dan tinjauan peraturan, Amerika Serikat dapat memiliki dua vaksin yang disahkan untuk penggunaan darurat pada bulan Desember dengan sebanyak 60 juta dosis vaksin tersedia tahun ini.

Baca juga: Asyik, Saldo ATM Penerima BSU Tahap III Bertambah Rp 1,2 Juta

Kepala Ilmuwan WHO, Soumya Swaminathan mengatakan bahwa hasil Moderna cukup menggembirakan. Profil kemanjuran dan keamanan akhir masih diperlukan, serta tindak lanjut pada peserta uji coba selama dua bulan untuk setiap efek samping.

Ia menambahkan, vaksin kandidat Pfizer dan Moderna sama-sama menggunakan teknologi mRNA dan tampaknya mencapai kemanjuran yang tinggi.

“Namun masih banyak pertanyaan yang tersisa tentang durasi perlindungan, dampak pada penyakit parah, dampak pada sub-populasi yang berbeda terutama para lansia, serta kejadian buruk di luar periode waktu tertentu,” kata Swaminathan.

Uji klinis harus terus mengumpulkan lebih banyak data, katanya, menambahkan bahwa lebih banyak hasil diharapkan dalam beberapa minggu mendatang, dari uji coba vaksin lainnya.

“Kami melihat setidaknya paruh pertama tahun ini sebagai periode dengan dosis yang sangat terbatas. Suplai akan dibatasi, ada kesepakatan bilateral yang telah dilakukan banyak perusahaan, banyak sekali dosis yang sudah dipesan oleh beberapa negara,” kata Swaminathan.**(Feb)

Leave a Reply