Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Tuesday, November 24, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Pandemi Covid-19 Pengaruhi Peringkat Kota Termahal di Dunia

Dok/Switzerland Tour

Topcareer.id – Dalam laporan terbaru tentang kota termahal di dunia, Zurich dan Paris ternyata menggantikan posisi Singapura dan Osaka dalam urutan teratas. Padahal dua kota Asia itu sebelumnya bergabung dengan Hong Kong di peringkat teratas.

Berdasar pada indeks Biaya Hidup Seluruh Dunia terbaru dari The Economist Intelligence Unit, menunjukkan bagaimana pandemi virus corona telah memengaruhi harga barang dan jasa di lebih dari 130 kota pada September 2020.

Menurut laporan tersebut, lompatan Zurich dan Paris ke posisi pertama karena penguatan franc Swiss dan euro.

“Pandemi Covid-19 telah menyebabkan melemahnya dolar AS sementara mata uang Eropa Barat dan Asia Utara menguat terhadapnya, yang pada gilirannya telah menggeser harga barang dan jasa,” kata Upasana Dutt, Kepala Worldwide Cost of Living di The EIU. Kota New York digunakan sebagai kota basis dalam indeks.

“Kota-kota di Asia secara tradisional mendominasi peringkat dalam beberapa tahun terakhir, tetapi pandemi telah mengubah peringkat edisi ini.”

Menurut laporan itu, Singapura yang sekarang berada di posisi keempat, mengalami penurunan harga karena eksodus pekerja asing.

Baca juga: 10 Kota Termahal di Dunia Pada 2020, Mana Saja?

Dengan penduduk kota secara keseluruhan menyusut untuk pertama kalinya sejak 2003, permintaan telah menurun dan deflasi telah terjadi. Sementara, Osaka berbagi tempat kelima dengan Tel Aviv.

“Osaka telah melihat tren yang sama, dengan harga konsumen yang stagnan dan pemerintah Jepang mensubsidi biaya seperti transportasi umum.”

Menurut EIU, harga untuk sebagian besar barang dan jasa “cukup datar” selama setahun terakhir, tetapi kategori tertentu terpengaruh karena krisis Covid-19.

Biaya produk-produk penting seperti makanan dan air tetap “tahan banting”, tetapi permintaan yang rendah menyebabkan harga pakaian turun tajam.

“Masalah rantai pasokan juga memiliki dampak berbeda pada barang yang berbeda, mendorong harga produk dengan permintaan tinggi seperti komputer di beberapa kota,” kata laporan itu.

Dutt mengatakan tren seperti itu dapat berlanjut pada 2021 karena pengeluaran tetap dibatasi, memberi tekanan pada harga. Berikut daftar 10 kota termahal pada 2020 menurut EIU:

  • Zurich (peringkat 1)
  • Paris (peringkat 1)
  • Hong Kong  (peringkat 1)
  • Singapore (peringkat 4)
  • Tel Aviv (peringkat 5)
  • Osaka (peringkat 5)
  • Jenewa (peringkat 7)
  • New York (peringkat 7)
  • Kopenhagen (peringkat 9)
  • Los Angeles (peringkat 9)

Leave a Reply