Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Tuesday, November 24, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Gapai Tingkat Keberhasilan 95%, Pfizer Akhiri Uji Coba Vaksin Covid-19

Ilustrasi Vaksin

Topcareer.id – Uji coba Tahap 3 Pfizer dan BioNTech menunjukkan bahwa vaksin mereka sekarang telah 95% efektif melawan Covid-19. Perusahaan akan segera meminta Otorisasi Penggunaan Darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA).

Raksasa farmasi Amerika Serikat Pfizer Inc dan mitra Jermannya BioNTech kini mencapai tingkat keberhasilan tertinggi untuk kandidat pandemi mana pun, dalam uji coba tahap akhir di dunia.

“Hasil studi menandai langkah penting dalam perjalanan delapan bulan bersejarah ini untuk menghasilkan vaksin yang mampu membantu mengakhiri pandemi yang menghancurkan ini,” kata CEO Pfizer, Albert Bourla, dalam sebuah pernyataan.

“Kami terus bergerak dengan kecepatan ilmu pengetahuan, untuk mengumpulkan semua data yang dikumpulkan sejauh ini, dan dibagikan dengan regulator di seluruh dunia,” jelasnya.

Sebelum FDA mengesahkan vaksin Covid-19 apa pun untuk penggunaan darurat, para pejabat akan meninjau dan membahas data uji coba dalam pertemuan publik yang kemungkinan akan berlangsung bulan Desember.

Baca juga: Menjawab Keraguan, Presiden siap Jadi Orang Pertama yang Disuntik Vaksin Covid-19

Pfizer dan BioNTech berharap dapat memproduksi hingga 50 juta dosis vaksin secara global tahun ini dan sebanyak 1,3 miliar dosis pada akhir tahun 2021.

Uji coba tahap akhir Pfizer-BioNTech melibatkan hampir 44.000 sukarelawan, 42 persen di antaranya secara global dan 30 persen di AS , dengan latar belakang yang beragam.

Hasilnya menunjukkan vaksin itu efektif secara konsisten untuk orang-orang dari berbagai usia, ras, dan etnis. Untuk orang di atas 65, vaksin terbukti 94 persen efektif, kata Pfizer.

Baik Pfizer-BioNTech maupun vaksin Moderna tidak dibuat dengan virus corona. Sebaliknya, mereka dikembangkan dengan teknologi messenger RNA (mRNA) baru yang menyampaikan instruksi genetik untuk mengajarkan sistem kekebalan manusia bagaimana membuat antibodi pembasmi virus.

Kekhawatiran logistik telah dikemukakan tentang distribusi vaksin Pfizer-BioNTech karena perlu disimpan dalam suhu ultra dingin yakni -70 derajat Celcius.

Perusahaan sedang berusaha untuk meredakan kekhawatiran tersebut, dengan mengatakan bahwa mereka telah mengembangkan pengirim termal yang dikendalikan suhu khusus yang dapat digunakan sebagai unit penyimpanan sementara selama 15 hari, dengan mengisinya menggunakan es kering.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply