Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sunday, April 11, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Amankah Gunakan AC dan Kipas Angin Saat Pandemi? Ini Jawaban WHO

Topcareer.id – Penggunaan kipas angin hingga air conditioner (AC) umum dipakai untuk cuaca tropis seperti di Indonesia. Namun, di masa pandemi Covid-19 ini, penggunaan AC atau kipas disebut mengkhawatirkan karena dapat menyebabkan penularan. Jadi amankah menggunakan AC dan kipas selama pandemi?

Dalam hal ini Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) pun mengaturnya dalam panduan soal AC dan ventilasi. Sistem pemanas, ventilasi, dan AC (HVAC) digunakan untuk menjaga suhu dan kelembaban udara dalam ruangan pada tingkat yang sehat dan nyaman.

“Sistem yang terawat dan dioperasikan dengan baik dapat mengurangi penyebaran COVID-19 di dalam ruangan dengan meningkatkan laju pergantian udara, mengurangi resirkulasi udara, dan meningkatkan penggunaan udara luar,” jawab WHO dalam laman resminya.

Saran WHO, mode resirkulasi (yang mensirkulasi ulang udara) sebaiknya tidak digunakan. Sistem HVAC harus diperiksa, dipelihara, dan dibersihkan secara teratur.

Baca Juga: Awas! Partikel Virus Corona dari Droplet Saat Bicara Bertahan 14 Menit di Udara

WHO merekomendasikan di semua tempat kerja, sekolah dan akomodasi turis, harus ada udara bersih dan segar. Peningkatan laju ventilasi melalui cara alami atau mekanis, lebih disukai tanpa sirkulasi ulang udara.

Jika terjadi resirkulasi udara, filter harus dibersihkan secara teratur, terutama untuk pekerjaan yang menempatkan seseorang pada risiko paparan COVID-19 sedang atau tinggi.

“Contoh pekerjaan semacam itu mungkin termasuk pekerja garis depan di ritel, akomodasi turis dan pekerja rumah tangga.”

Amankah gunakan kipas angin?

Di rumah, kata WHO, kipas meja aman untuk sirkulasi udara antar anggota keluarga yang tinggal bersama yang tidak terinfeksi virus penyebab COVID-19.

Namun, kipas angin harus dihindari ketika ada orang yang bukan anggota keluarga dekat yang berkunjung, karena beberapa orang dapat tertular virus meskipun tidak memiliki gejala.

“Embusan udara dari orang yang terinfeksi langsung ke orang lain dalam ruang tertutup dapat meningkatkan penularan virus dari satu orang ke orang lain,” kata WHO.

Di rumah, kantor atau sekolah, jika penggunaan kipas meja tidak dapat dihindari, sangat penting untuk meningkatkan pergantian udara luar ruangan dengan membuka jendela dan meminimalkan embusan udara dari satu orang (atau sekelompok orang) ke orang lain (atau sekelompok orang).

Penggunaan kipas langit-langit dapat meningkatkan sirkulasi udara luar dan menghindari kantong-kantong udara yang tergenang di ruang yang ditempati.

“Namun, sangat penting untuk menjaga ventilasi luar ruangan yang baik saat menggunakan kipas langit-langit. Cara efisien untuk meningkatkan pertukaran udara luar ruangan adalah dengan membuka jendela.”**(RW)

Leave a Reply