Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Rabu, Juni 23, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Apa Saja Kemungkinan Efek Samping setelah Menerima Vaksin COVID-19?

Ilustrasi Vaksin. Dok/Pixabay

Topcareer.id – Distribusi beberapa vaksin virus corona semakin dekat. Perhatian publik kini mulai beralih ke praktik pemberian vaksin termasuk efek sampingnya.

Di seluruh dunia, perlombaan vaksin berlangsung di pusat-pusat medis dan rumah sakit dalam melengkapi stok vaksin secara lengkap untuk mendistribusikannya.

Perusahaan Pfizer dan Moderna telah melaporkan kemanjuran vaksinnya lebih dari 90%, disusul vaksin buatan Universitas Oxford dan AstraZeneca yang juga melaporkan tingkat keefektifan serupa.

Semua pelopor kemungkinan besar akan menggunakan model vaksin di mana pasien akan menerima dua suntikan dengan selang waktu beberapa minggu.

Dalam pertemuan hari Senin (30/11), dokter mendesak penasihat CDC, pembuat obat dan pejabat kesehatan masyarakat untuk memperingatkan masyarakat bahwa suntikan vaksin virus corona akan memiliki efek samping sehingga mereka tahu dan mempersiapkan diri untuk tidak takut ketika menerima dosis kedua, CNBC melaporkan.

Kemungkinan efek samping vaksin covid-19 seperti halnya semua vaksin penyelamat hidup, akan ada beberapa efek samping yang akan dirasakan pada kebanyakan penerima.

Tubuh secara efektif akan meningkatkan respons kekebalan terhadap penyakit yang tidak dapat diprediksi dan seringkali parah, oleh karenanya beberapa ketidaknyamanan harus diharapkan agar virus bekerja dengan baik.

Baik Pfizer maupun Moderna telah mengakui bahwa vaksinnya dapat menyebabkan efek samping yang mirip dengan gejala yang terkait dengan covid-19 ringan atau flu biasa seperti nyeri otot, menggigil dan sakit kepala.

Lebih lanjut, pasien dalam uji coba untuk kedua vaksin tersebut mengungkapkan bahwa mereka mengalami demam tinggi, nyeri tubuh, sakit kepala, kelelahan sepanjang hari dan gejala lainnya setelah menerima suntikan.

Walaupun gejalanya tidak nyaman dan terkadang intens, para peserta mengatakan bahwa mereka sembuh setelah satu hari atau kurang, dan itu jauh lebih baik daripada tertular covid-19.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan