Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Rabu, Agustus 4, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Topshop Bangkrut karena Pandemi, 13 Ribu Karyawannya terancam PHK

Dok/TheGuardian.com

Topcareer.id – Arcadia Group, kerajaan ritel taipan Inggris Philip Green dan perusahaan induk dari retail fashion brand Topshop, telah memasuki tahap administrasi pengajuan kebangkrutan di Inggris.

Hal ini menciptakan situasi yang mengerikan bagi sekitar 13.000 pekerjanya. Namun perusahaan belum mengumumkan PHK apa pun.

Merek-merek dari Arcadia group termasuk Topman, Miss Selfridge, Dorothy Perkins, dan lainnya, akan terus beroperasi sambil mencari pembeli untuk semua atau sebagian asetnya, lapor Guardian.

Penyebab langsung kebangkrutannya adalah Covid-19, yang telah memaksa toko tutup cukup lama dan merusak angka penjualan mode di Inggris. Awal tahun 2020, Arcadia dipaksa untuk mencutikan stafnya dan memotong gaji para eksekutif.

Gangguan terus berlanjut karena kasus baru terus melonjak dan Inggris memasuki lockdown besar kedua pada 5 November lalu.

“Kamu tidak tahu kapan kamu akan bisa membuka toko kembali, kamu tidak tahu saham apa yang harus dibeli,” kata seorang senior di perusahaan tersebut kepada BBC London.

Arcadia sempat mencoba menghindari kebangkrutan melalui pernyataan pada 27 November lalu bahwa pandemi memiliki “dampak material” pada bisnisnya dan bahwa Arcadia akan “bekerja pada sejumlah opsi darurat untuk mengamankan masa depan merek di Grupnya.”

Namun keputusan itu terbukti tak terhindarkan. “Covid-19 telah mengakibatkan guncangan Darwinian untuk pengecer harga menengah di Inggris,” kata Nina Marston, analis mode dan kemewahan di Euromonitor International, sebuah perusahaan yang menyediakan riset pasar.

“Arcadia Group telah menderita karena perusahaan lambat dalam mengembangkan penawaran online yang inovatif dan ramah pengguna serta narasi merek yang kuat di media sosial,” ujar Marston.

Arcadia juga sangat bergantung pada department store Debenhams untuk memperoleh sekitar 15% dari total penjualan di seluruh mereknya dari hampir 200 tokonya. Tapi Debenhams menghadapi tantangannya sendiri. Tahun lalu perusahaan harus merestrukturisasi dan menutup sejumlah toko. Ini menambah penderitaan Arcadia group.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan