Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Saturday, January 16, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

CDC: Anak-Anak Bisa Dapatkan Vaksin COVID-19 pada Paruh Kedua 2021

Topcareer.id – Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), anak-anak dan remaja muda bisa mendapatkan vaksin COVID-19 pada paruh kedua 2021. Uji coba vaksin COVID-19 pada anak-anak, diekpektasikan mulai pada kuartal kedua tahun 2021.

Dr. Jose Romero, Ketua Komite Penasihat untuk Praktik Imunisasi CDC mengatakan, jika vaksin terbukti aman dan efektif, anak-anak di bawah usia 18 tahun bisa mendapatkan kesempatan mereka pada paruh kedua tahun depan.

“Saya tidak berpikir kita akan melihatnya pada paruh pertama tahun mendatang,” kata dia, mengutip laman CNBC. Ia menambahkan bahwa anak-anak masih bisa mendapatkan vaksin sebelum semester musim gugur.

“Kita perlu melihat bagaimana kemajuan studinya. Kami perlu melihat data tersebut untuk memastikan bahwa itu aman dan efektif pada anak-anak.”

Vaksin tidak dapat didistribusikan kepada anak-anak sebelum diuji secara ketat pada anak-anak dalam uji klinis. Pfizer, yang mengajukan aplikasi penggunaan darurat ke Food and Drug Administration untuk vaksin virus corona pada 20 November, sudah menguji anak-anak berusia 12 tahun ke atas.

Moderna, yang mengajukan permohonan penggunaan darurat untuk vaksinnya awal pekan ini, sedang bersiap untuk menguji setidaknya 3.000 anak berusia 12 tahun.

Baca juga: Inggris Jadi Negara Pertama Di Dunia Yang Setuju Menggunakan Vaksin Pfizer-BioNTech

CEO Moderna Stephane Bancel mengatakan kepada CNBC pada Senin bahwa perusahaan mengharapkan untuk menguji vaksinnya pada anak-anak antara usia 11 dan 17 tahun ini. Namun dia menambahkan bahwa pengujian pada anak-anak di bawah usia 11 tahun baru akan dimulai tahun depan.

Dalam pertemuan tersebut, pejabat CDC juga mengatakan saat ini tidak ada data tentang bagaimana wanita hamil akan menanggapi vaksin Pfizer dan Moderna, yang keduanya menggunakan teknologi messenger RNA, atau mRNA.

Sekitar 75% petugas kesehatan adalah perempuan, menurut presentasi dalam pertemuan tersebut, dan 330.000 di antaranya sedang hamil. Para pejabat mengatakan mereka berencana untuk memberikan panduan lebih lanjut tentang wanita hamil setelah data uji coba fase tiga ditinjau sepenuhnya.

Leave a Reply