Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Thursday, January 21, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Hong Kong Akan Lakukan Pembatasan Ketat Lagi Akibat Kasus Virus Corona Kembali Melonjak

Sumber foto: National GeographicKota Hong Kong (Sumber foto: National Geographic)

Topcareer.id – Hong Kong menerapkan kembali beberapa langkah jarak sosial yang paling ketat sejak pandemi dimulai.

Aktivitas makan langsung di restoran dihentikan mulai pukul 6 sore dan menutup total gym serta salon kecantikan, di tengah lonjakan kasus.

“Kami tidak punya pilihan,” kata Kepala Eksekutif Carrie Lam saat dia mengumumkan pembatasan makan di restoran pada konferensi pers mingguan Selasa (8/12). Dia tidak mengatakan kapan pembatasan baru akan berlaku. “Kita semua harus siap secara mental tentang lebih banyak tindakan yang akan diluncurkan.”

Pusat keuangan Asia ini tengah berjuang untuk menahan gelombang infeksi Covid-19 terbaru dengan jumlah kasus sering melebihi 100 kasus per hari pada minggu lalu, dan merupakan yang terbesar sejak Agustus.

Hal itu mendorong pemerintah untuk secara bertahap meningkatkan kembali tindakan jarak sosialnya, baru-baru ini Hong Kong menaikkan denda bagi mereka yang melanggar pembatasan dan mengirim kembali para pegawai negeri bekerja dari rumah.

Kemarahan masyarakat semakin meningkat akibat aturan pembatasan Covid-19 yang tidak menentu di Hong Kong saat kasus melonjak.

Lam mengatakan kota perlu bertindak. Data jaringan transportasi umum mengungkapkan bahwa putaran pembatasan jarak sosial saat ini tidak menyebabkan penurunan yang signifikan pada penduduk yang bepergian di sekitar kota dibandingkan dengan putaran pengetatan sebelumnya.

Hong Kong juga bergerak untuk menutup apa yang disebut Lam sebagai “celah” dalam proses kedatangan di bandara internasional kota. Selain langkah-langkah yang sudah ada, dia mengatakan pengunjung sekarang harus menggunakan transportasi khusus ke hotel yang dipilih secara khusus untuk karantina 14 hari, dan juga perlu melakukan tes virus tambahan pada hari ke-19 setelah kedatangan mereka.

Lam mendesak semua perusahaan di sana untuk mengizinkan karyawannya bekerja dari rumah, dan mengatakan bahwa arus orang di jalan perlu dikurangi.

“Kecuali perlu, silakan tinggal di rumah, bekerja dari rumah,” katanya.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply