Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Thursday, January 28, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Menkeu Siapkan Anggaran Rp60,5 Triliun untuk Vaksin COVID-19 di 2021

Topcareer.id – Kementerian Keuangan telah mengalokasikan Rp96,17 triliun untuk tahun 2020 dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) bidang kesehatan. Sementara, untuk 2021 anggaran bidang kesehatan dialokasikan sebesar Rp169,7 triliun, di mana untuk vaksin COVID-19 sebesar Rp60,5 triliun.

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani mengatakan, pemerintah juga mencadangkan Rp35,1 triliun dalam APBN 2020 untuk program vaksinasi dan pengadaan vaksin, termasuk pengadaan vaksin yang baru saja tiba pada Minggu (6/12/2020) malam.

Ia menambahkan, tahun 2021 anggaran untuk vaksin dan penanganan Covid-19 sebesar Rp60,5 triliun. Lebih rinci, Rp18 triliun untuk antisipasi pengadaan vaksin, Rp3,7 triliun antisipasi imunisasi, Rp1,3 triliun untuk pembelian sarana prasarana laboratorium, litbang dan PCR yang pengadaannya diatur Kementerian Kesehatan sebesar Rp1,2 triliun dan Badan POM sebesar Rp100 miliar.

“Pemerintah juga masih mencadangkan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kelas III untuk masyarakat yang tidak mampu,” kata Menkeu dalam keterangannya, Senin (7/12/2020).

Biofarma ditugaskan untuk pengadaan vaksin direncanakan akan berjalan dari tahun 2020, 2021 dan 2022 sesuai kebutuhan. Vaksinasi akan dilaksanakan berdasarkan kriteria dan prioritas penerima yaitu dari sisi prioritas wilayahnya, penerima vaksinnya, jadwalnya, tahapan pemberian vaksinnya, juga standar pelayanan vaksinasi yang ditetapkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Baca juga: Ini Kecanggihan Botol Vaksin Covid-19

Program vaksinasi ini dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Kementerian/Lembaga (K/L), Pemerintah Daerah (Pemda), BUMN, dan swasta serta organisasi profesi, sebagian didanai oleh APBN dan sebagian dilakukan secara mandiri.

Tahun 2020, Kementerian Kesehatan telah membelanjakan Rp637,3 miliar untuk pengadaan vaksin, yaitu untuk 3 juta dosis dari Sinovac dan 100.000 dosis dari vaksin Cansino pada bulan Desember. Vaksin Sinovac dijadwalkan hadir bulan Desember.

Pemerintah akan mengikuti sasaran vaksin sesuai Kementerian Kesehatan atas saran dari organisasi profesi seperti Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dan World Health Organization (WHO) yaitu target usia 18-59 tahun tanpa Komorbid.

Dari sisi alat pendukungnya, saat ini sudah dibelanjakan untuk jarum suntik, alkohol swab, dan safety box sebanyak Rp277,45 miliar. Kemudian karena vaksin harus disimpan di tempat pendingin vaksin refrigerator maka dibeli sebanyak 249 unit, cold box 249 unit, alat pemantau suhu vaksin 249 unit, vaksin carrier 498 unit, dan APD telah dibelanjakan sebesar Rp190 miliar.**(Feb)

Leave a Reply