Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Wednesday, January 20, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Uji Coba Belum Selesai, Moskow Lakukan Vaksinasi Massal COVID-19

Foto Ilustrasi vaksin covid-19

Topcareer.id – Moskow telah mulai memvaksinasi pekerja yang berisiko tinggi terinfeksi virus corona di klinik yang baru dibuka di seluruh kota.

Distribusi suntikan vaksin Sputnik V COVID-19 pun dimulai melalui 70 klinik pada hari Sabtu (5/12) untuk menandai vaksinasi massal pertama di Rusia.

Vaksin buatan Rusia itu pertama-tama akan diberikan kepada dokter dan pekerja medis lainnya, diikuti oleh guru dan pekerja sosial karena mereka memiliki risiko tertinggi terpapar virus corona.

Ini bekerja dengan cara yang mirip dengan vaksin yang sedang dikembangkan oleh tim Oxford-AstraZeneca di Inggris, menggunakan virus lain untuk mengirimkan molekul dari virus corona yang menyebabkan COVID-19 ke dalam tubuh manusia untuk merangsang respons kekebalan.

Vaksin Sputnik V ini diberikan dalam dua kali suntikan dengan selang waktu sepanjang 21 hari.

“Selama lima jam pertama, 5.000 orang mendaftar untuk divaksin. Guru, dokter, pekerja sosial, mereka yang saat ini mempertaruhkan kesehatan dan nyawa mereka paling banyak mendaftar,” tulis Walikota Sergei Sobyanin di situs pribadinya pada hari Jumat (4/12).

Ada satu jam yang dialokasikan untuk setiap pasien. 10 menit pertama untuk pemeriksaan kesehatan umum, 15 menit berikutnya adalah untuk menyiapkan vaksin karena harus disimpan pada suhu -18 derajat Celsius, dan kemudian setengah jam sisanya untuk mengamati orang tersebut.

Mereka yang akan menerima vaksin harus kembali dalam tiga minggu untuk menerima suntikan kedua.

Usia bagi mereka yang menerima suntikan dibatasi hingga 60 tahun. Orang dengan kondisi kesehatan tertentu yang mendasari, wanita hamil dan mereka yang menderita penyakit pernapasan selama dua minggu terakhir dilarang vaksinasi.

Rusia telah mengembangkan dua vaksin COVID-19 Sputnik V didukung oleh Dana Investasi Langsung Rusia serta vaksin lain yang dikembangkan oleh Institut Vektor Siberia.

Uji coba terakhir untuk keduanya sejauh ini belum selesai. Para ilmuwan telah menyuarakan keprihatinan tentang kecepatan Rusia dalam meluncurkan vaksinasi massal sebelum uji coba penuh untuk menguji keamanan dan kemanjurannya.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply