Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Juni 19, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Peran Agama dalam Membantu Mengendalikan Penyebaran COVID-19

Varian covid-19COVID-19.

Topcareer.id – Agama sebagai hak setiap individu dan dinilai menjadi pegangan dalam kehidupan membawa peranan penting dalam perang melawan COVID-19. Bagaimana agama bisa membantu mengendalikan penyebaran COVID-19?

Ketua Dewan Sangha Walubi, Maha Bhiksu Dutavira Mahastavira menjawab dalam Talkshow oleh Satgas COVID-19, bahwa sebagai rohaniawan, yang juga anak bangsa, harus terpanggil melakukan kewajiban, mendukung pemerintah dalam menjaga keselamatan umatnya, maupun diri sendiri.

“Nyata-nyata kita menghadapi pandemic sehingga para kaum ahli mengajarkan pada kita 3M, menjaga jarak, mencuci tangan, hindari kerumunan yang tidak penting, dan selalu memamkai masker. Kita memakai masker bukan karena takut, tapi karena kita cerdas menyikapi hidup,” kata Maha Bhiksu dalam talkshow, Kamis (10/12/2020).

Ia juga mengatakan bahwa dalam menghadapi pandemi ini perlu jauhi rasa stress, mudah marah, jenuh atau bosan, karena itu akan menimbulkan imunitas yang buruk. Pengetahuan, kata dia, menjelaskan bahwa kita harus membangkitkan hormon gembira pada hati.

Hormon gembira itu akan menambah imunitas kita terhadap penyakit. “Wujudnya kita tekuni dalam keyakinan agama kita. Maka rohani kita bisa istirahat. Dengan istirahat itu, imun akan muncul.”

Baca juga: Cegah KDRT Di Masa Pandemi, Kementerian PPPA Luncurkan Panduan Ini

Menurut Rohaniawan Katolik, Prof. Dr. Fransiskus Xaverius Mudji Sutrisno, di masa COVID-19 ini kita semua harus menghidupkan upaya-upaya saling mengasihi dengan sesama, saling berbagi kasih, saling peduli, dan saling mencintai.

“(COVID-19) Ini virus mematikan, maka ajaran kami, mari bersama-sama memviruskan gaya hidup sehat, gaya hidup saling peduli, dan itu selalu melihatnya keselamatan orang lain. Saling mengasihi sesama, itu nomor satu,” kata dia menambahkan.

Sementara, Dewan Pakar PW ISNU Gorontalo, Muhammad Makmun Rasyid menambahkan bahwa umat Islam sendiri tidak bisa memaksakan kehendak dirinya untuk membangun hubungan dengan Tuhan Yang Maha Kuasa, tetapi melupakan aspek kemanusiaan. Karena, lanjutnya,  Tuhan telah memberikan alternatif yang begitu canggih dan sesuai dengan tabiat kemanusiaan.

“Maka segala upaya dan peraturan yang dilakukan pemerintah sudah sesuai dengan kepentingan agama dan kepentingan negara. Jangan sampai sibuk mengumpulkan dan memupuk pahala, tapi kita lupa memupuk rajutan, hubungan, dan kemanusiaan.”

Tinggalkan Balasan