Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Rabu, Juni 23, 2021
redaksi@topcareer.id
Profesional

Sisi Negatif Overtime, Semua Karyawan Wajib Tahu!

Ilustrasi. (dok. Shutterstock)

Topcareer.id – Overtime atau lembur, adalah istilah yang dipenuhi dengan hal-hal negatif. Orang biasanya melakukannya karena mereka harus melakukannya, bukan karena mereka memilih untuk melakukannya. Biasanya karena suatu proyek yang membengkak di luar proporsi.

Tetapi lembur juga bisa menjadi kesempatan. Overtime bisa membuat karyawan mendapatkan kompensasi tambahan atau fleksibilitas jam kerja yang lebih besar.

Namun, haruskah tempat kerja selalu mengedepankan budaya kerja overtime? Bisakah ini benar-benar menjadi pilihan positif bagi karyawan, atau haruskah itu selalu dilihat sebagai sesuatu yang tidak diinginkan?

Banyak orang tidak senang dengan gagasan overtime. Dalam sebagian besar konteks, berikut ini masalah dan penyebab utama terjadinya overtime:

  • Tenaga kerja kewalahan
    Jika kamu sebagai atasan harus selalu dan terus menerus meminta karyawan untuk meluangkan waktu ekstranya bahkan di saat libur, tentunya itu pertanda kamu dan perusahaan sangat jelas tidak memiliki cukup sumber daya untuk mengelola beban kerja.
  • Estimasi proyek atau manajemen waktu yang buruk
    Overtime menunjukkan bahwa kamu meremehkan waktu yang dibutuhkan proyek pada tahap pelingkupan, atau bahwa kamu tidak memberikan cukup waktu kepada karyawan untuk fokus pada hal itu selain pekerjaan utama mereka yang lain. Bagaimanapun, itu tidak terlihat bagus!
  • Harapan klien yang tidak realistis
    Harus bekerja lembur juga dapat terjadi jika klien kantor kamu tidak menyadari waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas dan menekan kamu untuk bersaing dengan proyek dalam rentang waktu yang tidak realistis.
  • Kegagalan komunikasi
    Kerja overtime juga menunjukkan masalah komunikasi. Membutuhkan lebih banyak orang untuk menyelesaikan suatu proyek menunjukkan bahwa tidak adanya komunikasi untuk membahas bersama seluruh anggota tim tentang batasan kerja yang tepat atau menetapkan harapan yang realistis.
  • Budaya perusahaan yang beracun
    Banyak tempat kerja yang sangat menjunjung tinggi budaya lembur di luar jam kerja kontrak. Ini mengarah pada masalah presenteeism, di mana perusahaan meminta karyawan untuk menerapkan mindset bahwa mereka harus selalu kerja overtime agar terlihat bahwa mereka memang sedang bekerja.

Dalam semua kasus ini, lembur jelas merupakan cerminan dari kepemimpinan perusahaan yang buruk. Ketika menjadi masalah struktural, hal itu dapat menumbuhkan kebencian, ketidakpercayaan, dan akhirnya PHK karyawan. Dan ini tentu akan merugikan produktivitas perusahaan.

Baca juga: Wow, Lembur Ternyata Dapat Menyebabkan Kebotakan!

Lembur dan kesehatan tenaga kerja

Jelas, kerja overtime dapat berdampak signifikan terhadap kesehatan karyawan. Bekerja terlalu lama dapat menyebabkan kelelahan dan stres. Pemberi kerja perlu memastikan bahwa lembur sesuai dengan peraturan tentang hak pekerja untuk beristirahat.

Lembur juga dapat sangat membatasi produktivitas, karena ketika bekerja lembur, karyawan tidak bisa memberikan otak mereka istirahat yang cukup untuk bekerja dengan baik. Jadi bekerja lembur itu sendiri tidak menjamin pekerjaan berkualitas tinggi untuk usaha ekstra.

Menghabiskan waktu terlalu lama di kantor karena overtime juga dapat menyebabkan karyawan kehilangan motivasi. Memiliki keseimbangan yang tepat antara pekerjaan dan kehidupan rumah sangat penting untuk menjaga kesehatan karyawan.

Semakin banyak waktu lembur yang kamu lakukan, semakin sedikit waktu yang kamu miliki untuk teman dan keluarga, serta semakin sedikit waktu yang kamu miliki untuk bersantai, sesuatu yang sangat penting untuk kesehatan mental yang baik.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan