Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Thursday, January 28, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Rusia Uji Coba Vaksin COVID-19 untuk Hewan Peliharaan

Suasana lockdown di Rusia. (dok. Deccan Herald)

Topcareer.id – Menurut Pengawas Keamanan Pertanian Rusian, uji klinis vaksin COVID-19 untuk hewan peliharaan dan cerpelai (mink) hampir selesai dan memprediksi akan memulai persetujuan peratira pada Februari 2021.

Mengutip Reuter, Pusat Federal untuk Kesehatan Hewan mulai mengembangkan vaksin pada musim semi setelah pihak berwenang menetapkan bahwa virus dapat ditularkan dari manusia ke beberapa hewan peliharaan.

Rusia menjadi negara pertama yang memberikan persetujuan peraturan untuk vaksin manusia – Sputnik V – pada bulan Agustus, dan sedang dalam proses peluncuran di seluruh negeri. Lebih dari 150.000 orang telah menerima vaksin.

Asisten Kepala Pengawas Keamanan Pertanian Rosselkhoznadzor, Yulia Melano mengatakan, vaksin hewan Rusia ditujukan untuk kelinci, cerpelai, kucing, dan beberapa hewan lainnya. Menurutnya, uji klinis akan berakhir pada Januari dan proses persetujuan kemungkinan akan dimulai pada akhir Februari.

Baca juga: BNPB Ingatkan Masyarakat Waspada Bencana Hidrometeorologi

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan keprihatinan atas penularan virus antara manusia dan hewan. Denmark bulan lalu memerintahkan pemusnahan semua 17 juta cerpelai di peternakannya setelah menyimpulkan bahwa jenis virus yang ditularkan dari manusia ke cerpelai telah bermutasi dan menyebar kembali ke manusia.

Rusia mengatakan yakin akan ada minat komersial dalam vaksin baru dari peternak bulu hewannya sendiri dan dari bisnis AS dan UE.

Dua kasus COVID-19 terjadi pada kucing di Rusia tetapi populasi cerpelai belum terpengaruh, menurut pengawas tersebut.

Ivan Nesterov, pelaksana tugas kepala perusahaan bulu negara Rusia Sable, mengatakan kepada stasiun TV Zvezda bulan lalu bahwa Rusia sedang menguji vaksin dan akan memvaksinasi mink setelah prosesnya selesai.

Perdagangan bulu binatang secara global, bernilai lebih dari USD 22 miliar setahun, yang kemudian ambruk  karena keputusan Denmark untuk membunuh jutaan cerpelai ternak.**(Feb)

Leave a Reply