Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Rabu, Juni 23, 2021
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

Jangan Harap Diterima Kerja Jika Katakan 6 Hal Ini Saat Wawancara (Bagian 1)

Topcareer.id – Perhatikan apa yang kamu ucapkan selama sesi wawancara kerja. Setiap hal yang kamu ucapkan akan menentukan apakah manajer perekrutan menganggapmu cocok atau tidak untuk pekerjaan tersebut.

Saat wawancara, kamu mungkin tergoda memberikan jawaban yang terasa tepat pada saat itu, padahal sebaliknya, membuatmu terlihat buruk. Berikut enam tanggapan yang harus dihindari jika ingin meningkatkan peluang mendapat tawaran pekerjaan, seperti dalam laman CNBC Make It.

1. ‘Saya seorang yang memulai diri dengan motivasi.’

“Saya telah mendengar begitu banyak kandidat mengatakan ini sebagai tanggapan atas pertanyaan tentang kekuatan profesional atau karakteristik penting mereka,” tulis J.T. O’Donnell, Pendiri dan CEO Work It Daily (platform online soal pengembangan karier).

Itu adalah jawaban yang terlalu berlebihan, dan jika kamu mengatakannya, skenario terbaik adalah pewawancara akan memintamu untuk menjelaskannya. Skenario terburuk (dan kemungkinan besar),  mereka tidak akan terkesan karena mereka sudah sering mendengarnya.

Tanggapan yang lebih tepat mungkin adalah: “Saya tidak takut untuk memimpin proyek, dan saya dapat melakukannya dengan sedikit panduan,” diikuti dengan contoh saat kamu berhasil melakukannya.

2. ‘Dalam lima tahun, saya berharap berada di posisi Anda.’

Jangan mengira bahwa calon bos akan tersanjung dengan jawaban ini; mereka hanya akan menganggapnya malas dan sembrono. Dan bahkan jika mereka berada pada level yang mengesankan dalam karier mereka, mereka mungkin berasumsi bahwa kamu membayangkan berada di tempat mereka sekarang – hanya di perusahaan yang berbeda. Ini menunjukkan kurangnya komitmen.

Baca juga: Tips Mulus Minta Naik Gaji: Tingkatkan Percaya Diri

J.T. O’Donnell menyarankan, buat garis besar cara potensial melihat dirimu tumbuh di organisasi. Mulailah dengan posisi yang tengah kamu incar dan soroti beberapa keterampilan utama yang diperlukan untuk pekerjaan itu, dan bagaimana kamu dapat mengembangkan keterampilan tersebut.

3. ‘Saya tidak suka bos saya sebelumnya.’

Jangan pernah berbicara buruk tentang mantan bos, tidak peduli seberapa buruk pengalaman yang kamu miliki. Ketika ditanya tentang mengapa kamu resign, tidak apa-apa untuk mengakui bahwa pekerjaanmu kala itu tidak tepat. Jujur adalah sifat yang berharga, tetapi berhati-hatilah dengan caramu mengungkapkan sesuatu.

 Menurut J.T. O’Donnell, kamu dapat mengatakan bahwa kamu menyadari passionmu dan ingin beralih jalur karier. Atau mungkin kamu sedang mencari sesuatu yang lebih menantang. Ada baiknya juga untuk menyebutkan setidaknya satu hal yang kamu pelajari dari pekerjaan sebelumnya yang dapat membantumu berhasil dalam peran yang dilamar.

Jika kamu dipecat, jelaskan situasinya tanpa menyalahkan. Bicarakan tentang apa yang bisa kamu lakukan secara berbeda untuk mengubah hasil. Ini menunjukkan kesadaran diri dan kemampuan untuk tumbuh dari pengalaman negatif.

Tinggalkan Balasan