Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Thursday, January 21, 2021
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Dorongan Seks Tanpa Henti Bisa Merupakan Tanda Rabies yang Mematikan

Ilustrasi. (dok. Getty Images)

Topcareer.id – Seorang wanita berusia 28 tahun di India datang ke dokternya dengan keluhan yang tidak biasa. Dorongan seksnya meningkat secara tiba-tiba dan terus-menerus, bahkan seringkali tanpa rangsangan sama sekali.

Karena tidak dapat menemukan penjelasan, dokter dan ginekolog wanita tersebut merujuknya ke departemen pengobatan darurat di Rumah Sakit dan Lembaga Penelitian Sri Gokulam di Salem, Tamil Nadu. Empat hari kemudian, dia meninggal.

Penyakit apa yang dapat menyebabkan kematian seorang wanita dari gejala seksual yang mengganggu dalam waktu kurang dari seminggu? Jawabannya adalah virus rabies.

Rabies terkadang muncul pertama kali sebagai hiperseksualitas yang tidak dapat dijelaskan. Ini disebabkan oleh virus rabies yang membuat otak meradang.

Diketahui setelahnya bahwa dalam kasus wanita India tersebut, gigitan kecil dari anak anjing dua bulan sebelumnya adalah penyebab penyakit tersebut. Para peneliti melaporkan hal itu secara online di jurnal Archives of Sexual Behavior.

“Jika kamu telah digigit atau dicurigai telah dijilat atau dicakar oleh hewan yang terinfeksi rabies, kamu harus mencari pengobatan segera dalam waktu 24 jam,” kata Peter Costa, direktur komunikasi untuk Aliansi Global dalam Pengendalian Rabies.

Baca juga: Tips Membangun Kredibilitas di Dunia Bisnis

Pembunuh yang terlupakan

Program vaksinasi hewan peliharaan di Amerika Serikat telah begitu sukses dalam mencegah rabies sehingga orang Amerika jarang sekali yang menganggap penyakit itu sebagai masalah. Tapi di seluruh dunia, antara 55.000 dan 70.000 orang meninggal karena rabies setiap tahunnya.

Sebagian besar kematian terjadi pada anak di bawah usia 15 tahun dan di wilayah di mana sumber daya kesehatan masyarakat dan perawatan pencegahan seperti vaksinasi masih kurang.

Tetapi untuk menghentikan penyebaran rabies, pendidikan juga merupakan kunci, kata Costa. Wanita India itu tidak mencari pertolongan medis setelah gigitan anjingnya, karena gigitannya kecil dan anjing itu hanyalah anak anjing. Padahal deteksi dini dan pengobatan segera bisa menyelamatkan hidupnya.

“Jika kamu pernah digigit, cuci lukanya dengan sabun dan air selama sekitar 10 menit dan kemudian cari perawatan medis yang sesuai,” saran Costa. Jika dokter menentukan bahwa gigitan tersebut membuatmu berisiko terkena rabies, mereka akan menyuntikkan antibodi yang melawan rabies tepat di sekitar luka. Kemudian pasien mendapatkan empat vaksinasi selama dua minggu.

Kasus seperti wanita India tersebut juga menjadi pengingat mengapa vaksin wajib untuk hewan peliharaan sangat penting.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply