Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Thursday, January 21, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Hoaks: Vaksin Covid-19 yang akan Diedarkan adalah Vaksin Uji Klinik

Dok/ADN

Topcareer.id – PT Bio Farma angkat bicara mengebai kabar yang beredar di media sosial mengenai vaksin Covid-19 yang nanti akan digunakan oleh masyarakat adalah vaksin untuk uji klinik (only for clinical trial).

“Kami konfirmasikan bahwa vaksin Covid-19 yang saat ini sudah berada di Bio Farma, dan akan digunakan untuk program vaksinasi nantinya, akan menggunakan vaksin yang telah memperoleh izin penggunaan dari BPOM,” kata Bambang pada Konferensi Pers, Minggu (3/1/2021).

Menurut Bambang, kemasan Corovac untuk uji klinik menggunakan kemasan pre-filled syringe, atau biasa disingkat PFS, dimana kemasan dan jarum suntik berada dalam satu kemasan.

Sedangkan vaksin yang akan digunakan untuk program vaksinasi pemerintah dikemas dalam bentuk vial single dose dan tidak akan ada penandaan only for clinical trial karena telah memperoleh izin penggunaan.

Baca juga: Vaksin COVID-19 Moderna Punya Efek Samping bagi Orang dengan Kosmetik Filler

“Dengan begitu, kemasannya pun akan berbeda dengan vaksin yang digunakan untuk keperluan uji klinik,” tambahnya.

Selain itu, Bambang juga meluruskan berita yang menyebutkan, vaksin Covid-19 buatan Sinovac mengandung vero cell atau sel vero yaitu sel yang berasal dari salah satu jenis mamalia yang biasanya digunakan dalam penelitian biologi molekuler dan mikrobiologi.

“Ini hoaks, vaksin Covid-19 buatan Sinovac tidak mengandung vero cell, karena sel vero hanya digunakan sebagai media kultur untuk media kembang dan tumbuh virus tersebut untuk proses perbanyakan virus sebagai bahan baku vaksin. Jika tidak mempergunakan media kultur, maka virus akan mati sehingga tidak dapat digunakan untuk pembuatan vaksin,” tegasnya.

Setelah mendapatkan jumlah virus yang cukup, maka vaksin ini akan dipisahkan dari media pertumbuhan, sehingga sel vero ini tidak akan ikut terbawa dalam proses akhir pembuatan vaksin. Dengan demikian, pada produk akhir vaksin, sudah dapat dipastikan tidak ada lagi sel vero tersebut.**(Feb)

the authorSherley Agnesia

Leave a Reply