Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Monday, January 25, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

240 Orang Israel Masih Terjangkit COVID-19 usai Disuntik Vaksin Pfizer

Ilustrasi. Dok/Covid-19

Topcareer.id – Suntikan vaksin Pfizer hanya mulai berpengaruh 8-10 hari setelah injeksi pertama, dan hanya mencapai potensi penuh setelah dosis kedua

Di antara hampir satu juta orang Israel yang divaksinasi terhadap virus corona sejauh ini, sekitar 240 orang Israel telah didiagnosis positif COVID-19 beberapa hari setelah mendapatkan suntikan vaksin, Channel 13 News melaporkan pada Kamis (31/12).

Angka tersebut menggarisbawahi kebutuhan individu untuk tetap waspada dan melindungi diri selama berminggu-minggu setelah diinokulasi, karena tubuh membutuhkan waktu untuk mengembangkan antibodi yang efektif melawan virus.

Vaksin Pfizer tidak dibuat dengan virus corona itu sendiri, artinya tidak ada kemungkinan siapa pun dapat tertular dari suntikan. Sebaliknya, vaksin tersebut berisi potongan kode genetik yang melatih sistem kekebalan untuk mengenali protein berduri di permukaan virus dan membuat antibodi untuk menyerang jika bertemu dengan yang asli.

Tetapi proses ini membutuhkan waktu, dan penelitian tentang vaksin sejauh ini menunjukkan kekebalan terhadap virus hanya meningkat sekitar 8-10 hari setelah suntikan pertama dan kemudian keefektifan hanya mencapai sekitar 50 persen.

Baca juga: Alasan Vaksin Tahap Pertama Diberikan kepada Tenaga Kesehatan

Inilah mengapa dosis kedua dari vaksin pfizer perlu diberikan 21 hari setelah yang pertama agar membuatnya menjadi 95% efektif dan memastikan bahwa kekebalan tubuh terhadap virus corona bisa bertahan. Tingkat kekebalan yang lebih tinggi dicapai sekitar satu minggu setelah dosis kedua disuntikkan.

Siapapun yang terinfeksi beberapa hari sebelum mendapatkan dosis pertama vaksin atau dalam minggu-minggu sebelum efektivitas penuh tercapai masih dalam bahaya mengembangkan gejala.

Sebagian besar orang Israel yang telah menerima vaksin tidak melaporkan adanya masalah sejak mendapat suntikan. Sekitar satu dari seribu orang telah melaporkan menderita efek samping ringan, dengan hanya beberapa lusin orang yang mencari bantuan medis setelah disuntik vaksin.

Efek samping yang paling umum dilaporkan adalah lemah, pusing dan demam, dengan 319 kasus gabungan, kata kementerian. Lima orang juga dilaporkan menderita diare. 293 orang lainnya melaporkan gejala lokal di mana suntikan diberikan seperti nyeri, pembatasan gerakan, bengkak dan kemerahan.

Empat belas orang mengatakan mereka mengalami reaksi alergi seperti gatal dan bengkak pada lidah dan tenggorokan.

Selain itu, 26 orang menderita apa yang oleh kementerian digambarkan sebagai gejala neurologis, dengan 19 orang mengeluh sensasi geli di lengan mereka.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply