Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Desember 2, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Ini Fakta dari WHO yang Bisa Lindungi Kamu dari Berita Hoaks tentang COVID-19 (Bagian 1)

Topcareer.id – Banyak sekali beredar berita hoaks dari pihak tidak bertanggung jawab mengenai pandemi virus corona.

Setiap hari kamu pasti terpapar informasi virus corona dalam jumlah besar, dan kamu harus jeli bahwa tidak semuanya dapat diandalkan.

Berikut ini fakta dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang bisa berguna sebagai “Mythbuster,” kamu agar bisa membedakan mana informasi yang salah tentang COVID-19.

Bagian pertama dari artikel:

Suplemen dan vitamin tidak dapat menyembuhkan COVID-19
Mikronutrien, seperti vitamin D, C, dan Zinc memang sangat penting untuk sistem kekebalan tubuh yang berfungsi dengan baik dan memainkan peran penting dalam meningkatkan kesehatan. Namun hingga saat ini tidak ada panduan tentang penggunaan suplemen dan vitamin sebagai pengobatan utama COVID-19.

Hydroxychloroquine tidak bisa mengobati COVID-19
Hydroxychloroquine atau chloroquine merupakan pengobatan untuk malaria, lupus erythematosus, dan rheumatoid arthritis telah diteliti sebagai kemungkinan pengobatan untuk COVID-19. Namun, data saat ini menunjukkan bahwa obat ini tidak mengurangi kematian pasien COVID-19.

Jangan memakai masker saat berolahraga
Orang sebaiknya TIDAK memakai masker saat berolahraga, karena masker dapat mengurangi kemampuan bernapas dengan nyaman. Keringat dapat membuat masker menjadi lebih cepat basah sehingga sulit bernapas dan mendorong pertumbuhan mikroorganisme. Tindakan pencegahan yang penting selama berolahraga adalah menjaga jarak fisik setidaknya satu setengah meter dari orang lain.

Berenang tidak menularkan COVID-19
Virus corona tidak menular melalui air saat berenang. Namun, virus bisa menyebar di antara orang-orang ketika seseorang melakukan kontak dekat dengan orang yang terinfeksi. Hindari kolam renang yang ramai dan pertahankan jarak setidaknya satu setengah meter dari orang lain. Kenakan masker saat sudah selesai berenang dan naik dari kolam dan cuci tangan sesering mungkin.

Baca juga: Pikirkan 3 Hal Ini Jika Beban Kerja Tak Sesuai Dengan Gaji

Kemungkinan sepatu menyebarkan COVID-19 sangat rendah
Kemungkinan COVID-19 menyebar melalui sepatu sangat rendah. Sebagai tindakan pencegahan, lepas sepatu kamu di pintu masuk rumah. Ini akan membantu mencegah lantai dalam rumah kontak dengan kotoran atau limbah apa pun yang mungkin terbawa di sol sepatu.

Masker medis tidak menyebabkan keracunan CO2 atau kekurangan oksigen
Penggunaan masker medis dalam waktu lama bisa jadi tidak nyaman. Namun, hal itu tidak menyebabkan keracunan CO2 atau kekurangan oksigen. Saat mengenakan masker medis, pastikan ukurannya pas dan cukup kencang agar kamu dapat bernapas dengan normal.

Sebagian besar orang yang tertular COVID-19 bisa sembuh
Kebanyakan orang yang terkena COVID-19 dengan gejala ringan atau sedang dapat pulih berkat perawatan supportif.

Minuman beralkohol tidak melindungimu dari COVID-19
Minum minuman beralkohol tidak bisa melindungi diri dari virus corona dan justru berbahaya meningkatkan risiko masalah kesehatan.

Merica tidak bisa mencegah atau menyembuhkan COVID-19
Menambahkan merica atau lada pedas dalam makanan meski sangat enak tidak dapat mencegah atau menyembuhkan COVID-19.

COVID-19 tidak ditularkan melalui lalat rumah
Tidak ada bukti atau informasi yang menunjukkan bahwa virus COVID-19 ditularkan melalui lalat rumah. Virus yang menyebabkan COVID-19 menyebar terutama melalui tetesan yang dihasilkan saat orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara. Kamu juga dapat terinfeksi dengan menyentuh permukaan yang terkontaminasi dan kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut sebelum mencuci tangan.

Cairan pemutih atau disinfektan tidak bisa melindungi diri dari COVID-19
Jangan menyemprotkan pemutih atau disinfektan lainnya ke dalam tubuhmu karena bisa berbahaya dan menyebabkan iritasi serta kerusakan pada kulit dan mata. Jika zat ini tertelan bisa menjadi racun**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan