Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Mei 13, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

IDI Catat 647 Tenaga Medis Wafat karena COVID-19, Tertinggi di Asia

tenaga medis covid-19Tenaga medis rawat pasien Covid-19. (dok. istimewa)

Topcareer.id – Tim Mitigasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI), umumkan pembaruan data terkait tenaga medis yang wafat akibat COVID-19 sepanjang pandemic melanda Indonesia. Data per 27 Januari 2021, total 647 tenaga medis wafat akibat COVID-19.

IDI merinci, dari 647 tenaga medis yang wafat itu, 289 dokter (16 guru besar) dan 27 dokter gigi (3 guru besar), 221 perawat, 84 bidan, 11 apoteker, serta 15 tenaga lab medik.

Para dokter yang wafat tersebut terdiri dari 161 dokter umum (4 guru besar), dan 123 dokter spesialis (12 guru besar), serta 5 residen, yang keseluruhannya berasal dari 26 IDI Wilayah (provinsi) dan 116 IDI Cabang (Kota/Kabupaten).

Salah satu Tim Mitigasi PB IDI, Adib Khumaidi menyampaikan, berdasar perbandingan statistik testing dan populasi, kematian tenaga medis dan kesehatan di Indonesia merupakan yang tertinggi di Asia, dan 3 besar di seluruh dunia. Bahkan sepanjang bulan Desember 2020 mencatat 53 dan hingga pertengahan bulan Januari 2021.

Baca juga: Sekitar 250 Ribu Tenaga Kesehatan Sudah Disuntik Vaksin COVID-19

“Meskipun program vaksinasi  sudah mulai dilakukan di hampir seluruh wilayah di Indonesia, namun hal ini hanya merupakan salah satu upaya pencegahan (preventif) dan kondisi ini tidak akan berjalan maksimal apabila masyarakat tetap abai dalam menjalankan protokol kesehatan 5M; yakni Memakai Masker, Mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, Menjaga jarak, Membatasi Mobilitas, dan Menghindari Kerumunan,” jelas Adib dalam keterangan tertulis, Rabu (27/1/2021).

Ia menambahkan, Tim Mitigasi IDI meminta pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan strategi testing secara serentak bagi seluruh lapisan masyarakat sehingga dapat menentukan diagnosa dini agar dapat tindakan segera bagi yang terkonfirmasi positif tersebut.

Situasi penularan Covid saat ini sudah tidak terkendali, kata dia, terutama karena aktivitas mobilitas masyarakat semakin meningkat.

“Testing ini dibutuhkan untuk bukan hanya screening (penyaringan), namun juga tracing (penelusuran) dan evaluasi penyembuhan. Saat ini angka testing di Indonesia masih baru mencapai kurang dari 5 persen dari total populasi penduduk Indonesia,” ujar Adib.

Tinggalkan Balasan