Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Mei 26, 2022
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Amankah Hand Sanitizer pada Bayi?

Prudk hand sanitizer. (dok. The Hill)

Topcareer.id – Mencuci dengan sabun dan air yang mengalir sejauh ini masih tetap yang terbaik sebagai salah satu upaya melindungi diri dari virus corona.

Namun, menggunakan hand sanitizer pun juga baik sebagai salah satu solusi menjaga kebersihan diri dan keluarga.

Membahas tentang hand sanitizer, sempat muncul pertanyaan, apakah hand sanitizer aman jika digunakan pada bayi?

Sebetulnya sebagian besar pembersih berbasis alkohol boleh digunakan pada anak kecil selama kamu menanganinya dengan hati-hati.

Gunakan hanya seukuran kacang polong dan gosok tangan bayi kamu sampai benar-benar kering agar dia tidak mencoba menjilat atau menelan gel apa pun.

Mengapa harus berhati-hati? Kandungan alkohol di sebagian besar pembersih tangan setidaknya 60 hingga 70 persen jumlah minimum yang dibutuhkan untuk membunuh kuman. Ini hampir dua kali lipat dari vodka atau minuman beralkohol lainnya.

Baca juga: Sekitar 250 Ribu Tenaga Kesehatan Sudah Disuntik Vaksin COVID-19

Apakah ada jenis pembersih tangan yang lebih aman untuk bayi dan anak-anak?
Banyak pembersih tangan untuk bayi dan anak-anak memiliki formula non-alkohol. Ini lebih kecil kemungkinannya untuk membuat bayi kamu sakit jika tidak sengaja tertelan daripada pembersih berbasis alkohol.

Pembersih non-alkohol mungkin tidak bekerja dengan baik dan hanya memperlambat pertumbuhan kuman daripada membunuhnya, sehingga kamu masih perlu mencuci tangan bayi kamu dengan benar sesegera mungkin.

Jika kamu menggunakan pembersih berbasis alkohol yang menggunakan etil alkohol (sejenis anggur dan alkohol), mungkin lebih aman daripada yang menggunakan alkohol isopropil (sejenis alkohol gosok).

Alkohol isopropil adalah pembunuh kuman yang sangat efektif tetapi juga lebih beracun.

Sebaiknya hindari merek hand sanitizer yang mengandung pewangi atau kemasan berwarna cerah, karena bayi atau anak kecil yang belum mengerti kemungkinan besar ingin menelannya.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan