Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Senin, Agustus 2, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

Cerita Batik Air Penerbangan ID-6362 yang Terganggu Cuaca Buruk

Topcareer.id – Batik Air (kode penerbangan ID), member of Lion Air Group, belum lama ini menyampaikan keterangan resmi sehubungan dengan penerbangan ID-6362 pada Sabtu (30/1/2021).

Pesawat tersebut diketahui terbang daei Jakarta melalui Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang (CGK), menuju Semarang melalui Bandar Udara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Jawa Tengah (SRG).

Dalam penerbangan ini, Batik Air membawa enam awak pesawat, 77 tamu dewasa, dan satu tamu anak-anak.

Pesawat juga sebelumnya sudah dipersiapkan secara baik, termasuk menjalani pemeriksaan sebelum keberangkatan, dan dinyatakan laik terbang.

Seperti yang tertera dalam press rilis, pesawat yang dioperasikan Boeing 737-800NG registrasi PK-LBZ ini lepas landas pukul 07.35 WIB, dengan perkiraan waktu tiba pukul 08.45 WIB.

Namun, ketika mendekati Bandar Udara Internasional Jenderal Ahmad Yani, pilot yang bertugas mendapat informasi dari petugas pengatur lalu lintas udara, mengenai adanya perubahan kondisi cuaca yang kurang baik, yaitu curah hujan tinggi.

Lantaran jarak pandang pendek yang tidak memenuhi persyaratan keamanan pendaratan, pilot akhirnya memutuskan melakukan pengalihan pendaratan (divert), dan mendarat di Bandar Udara Internasioal Adi Soemarmo Solo, di Boyolali, Jawa Tengah (SOC) pukul 08.45 WIB.

Hal ini dilakukan sebagai langkah untuk mengutamakan faktor keselamatan dan keamanan penerbangan.

Pesawat akhirnya kembali mempersiapkan penerbangan ke Semarang setelah mendapat informasi bahwa jarak pandang di Bandar Udara Internasional Jenderal Ahmad Yani sudah memenuhi kualifikasi untuk lepas landas dan mendarat.

Batik Air penerbangan ID-6362D kemudian mengudara dari Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo pukul 11.05 WIB, dan mendarat di Bandar Udara Internasional Jenderal Ahmad Yani pada 11.35 WIB.**(Feb)

the authorSherley Agnesia

Tinggalkan Balasan