Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, April 13, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Hindari Penggunaan Pereda Nyeri Preventif sebelum Disuntik Vaksin COVID-19

Dok/Shutterstock

Topcareer.id – Vaksin COVID-19 dari Pfizer-BioNTech dan Moderna ditawarkan kepada semakin banyak orang di seluruh dunia. Penerima vaksin biasanya mengalami efek samping minimal, yang paling umum adalah nyeri sementara dan bengkak di tempat suntikan, demam, menggigil, lemas, nyeri otot dan sakit kepala.

Mengetahui efek samping vaksin tersebut, beberapa orang banyak yang mencoba berpikir kreatif sendiri dengan pemikirannya masing-masing untuk menggunakan obat pereda nyeri yang dijual bebas seperti acetaminophen (Tylenol) atau ibuprofen (misalnya, Motrin, Advil) sebelum mereka disuntik vaksin.

Para ahli mengatakan obat-obatan ini mungkin tidak hanya mengurangi rasa sakit, tetapi juga dapat membuat vaksin tidak berfungsi optimal.

“Kami tidak merekomendasikan premedikasi dengan ibuprofen atau Tylenol sebelum menerima vaksin COVID-19 karena kurangnya data tentang bagaimana hal itu memengaruhi respons antibodi yang diinduksi oleh vaksin,” kata Dr. Simone Wildes, spesialis penyakit menular di South Shore Medical Center, Massachusetts, AS.

Efek samping dari vaksin disebabkan oleh aktivasi sistem kekebalan, artinya sistem kekebalan sedang bekerja dan mulai membangun kekebalan terhadap COVID-19.

Baca Juga: Bisakah Hidup Kembali Normal setelah Divaksin? Ini Jawabannya

Pereda nyeri ini dapat mencegah bagian dari sistem kekebalan bekerja dan memperlambat respons kekebalan. Teorinya meminum obat ini sebelum imunisasi dapat mengurangi keefektifannya.

Sebuah studi dari Duke University menemukan bahwa anak-anak yang mengonsumsi pereda nyeri sebelum mendapatkan vaksin masa kanak-kanak memiliki lebih sedikit antibodi dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi.

Meskipun para ahli merekomendasikan untuk tidak mengonsumsi pereda nyeri yang dijual bebas sebelum mendapatkan vaksin, mereka mengatakan kamu harus terus meminumnya jika kamu sebelumnya sudah memiliki kondisi medis lain yang mengharuskanmu mengonsumsi obat tersebut.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) merekomendasikan bahwa setelah mendapatkan suntikan vaksin, kamu harus memantau efek sampingnya. Karena pereda nyeri dan pereda demam tidak dimaksudkan untuk digunakan sebelum gejala muncul.

Cara lain yang lebih alami untuk mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan, kamu bisa mengoleskan waslap bersih, dingin, dan basah di atas tempat suntikan sambil menggerakkan lengan. Dan untuk demam, minumlah banyak air mineral serta kenakan pakaian yang ringan.

“Jika demam, menggigil, sakit kepala berkembang setelah injeksi, gunakan pereda nyeri untuk membantu meringankan gejala Anda, tetapi jangan minum obat sebelum gejala muncul dan laporkan efek samping yang signifikan kepada profesional medis,” kata Wildes.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan