Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, April 17, 2021
redaksi@topcareer.id
Profesional

Terapkan Poin-Poin Ini untuk Memperbaiki Visi Perusahaan

Topcareer.id – Sebagai entrepreneur kreatif, kamu mungkin memulai bisnis berdasarkan visi tentang apa yang ingin kamu capai. Saat bisnis kamu sudah mapan dan berkembang, sekarang saatnya untuk mendefinisikan kembali visi perusahaan kamu.

Visi merupakan ide yang harus meregangkan imajinasi dan memberikan inspirasi. Visi yang terbaik itu singkat, mudah dipahami, dan berisi beberapa tingkat kegembiraan dan motivasi untuk menantang karyawan dan bisnis kamu untuk berkembang.

Saat kamu menyusun visi perusahaan kamu, ingatlah poin-poin ini:

Bercita-cita tinggi
Fokuslah pada kesuksesan yang ingin kamu dan bisnis perusahaanmu raih dalam lima hingga sepulu tahun ke depan.

Bersemangat
Tambahkan beberapa bahasa emosional ke dalam pernyataan visi kamu untuk meningkatkan faktor motivasi bagi kamu dan karyawan yang membacanya.

Baca juga: Pentingnya Visi dalam Perusahaan

Libatkan karyawan dalam prosesnya
Mintalah karyawan untuk ide tentang visi mereka bagi perusahaan. Ini akan membuat staf kamu merasa memiliki visi dan membantu melibatkan mereka sebagai pengantar perusahaan untuk maju di masa depan.

Jelas
Hindari kata-kata dan pembicaraan korporat agar visi kamu tetap sederhana dan tidak ambigu. Visi tidak boleh terlalu luas. Ini harus dirinci dan harus menjelaskan tujuan serta arahnya. Itu juga harus diartikulasikan dengan jelas sehingga dapat dipahami dan jelas menunjuk ke masa depan yang spesifik.

Berkomunikasi secara konsisten
Dengan menggunakan kata-kata inklusif seperti kami, kita, dan milik kami, kamu bisa menyatukan visi di seluruh perusahaan kamu dan membantu karyawan merasa seperti mereka mengekspresikan visi tersebut. Berikan informasi kepada karyawan tentang bagaimana perusahaan mencapai visinya. Jaga agar visi kamu konsisten dengan nilai inti perusahaan.

Menjadi positif
Jangan biarkan rasa takut memandu visi kamu. Akui tantangan dan kesulitan, tetapi tetap fokus pada hasil yang positif. Penglihatan berdasarkan rasa takut dapat membatasi hasil kamu, karena kamu akan lebih fokus pada pengendalian kerusakan daripada menciptakan perubahan positif.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan