Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, November 27, 2021
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

Mengenal Halo Effect, Pandangan Pertama yang Mempengaruhi semua Keputusanmu

Topcareer.id – Apa itu Halo Effect? Ini adalah sebuah kondisi psikologis saat kamu salah menilai seseorang secara keseluruhan karena kamu hanya melihat penampilan atau salah satu karakter baiknya saja.

Salah satu contoh paling nyata dari halo effect dalam tindakan sehari-hari adalah kesan kamu secara keseluruhan terhadap Selebgram atau YouTuber favorit kamu. Karena kamu akan menganggap mereka menarik, sukses, dan sering kali melihat mereka sebagai orang yang cerdas, baik hati, dan lucu.

Halo effect juga disebut sebagai “stereotip daya tarik fisik” dan prinsip “apa yang indah juga baik.”

Penampilan fisik seringkali menjadi bagian utama dari halo effect. Orang yang dianggap menarik cenderung dinilai lebih tinggi pada sifat positif lainnya juga.

Namun, efek ini tidak hanya memengaruhi persepsi kamu tentang orang berdasarkan daya tariknya. Halo effect bisa mencakup sifat-sifat lain juga. Orang yang mudah bergaul atau baik hati, misalnya, mungkin juga terlihat lebih menyenangkan dan cerdas. Halo effect membuatnya sedemikian rupa sehingga persepsi tentang satu kualitas mengarah pada penilaian bias kualitas lainnya.

Istilah itu sendiri menggunakan analogi halo untuk menggambarkan bagaimana hal itu dapat memengaruhi persepsi. Dalam seni religius, lingkaran cahaya atau “halo” sering digambarkan di atas kepala orang suci dan memandikan individu dalam cahaya surgawi untuk menunjukkan bahwa orang itu baik.

Baca juga: Perbedaan Generalis dan Spesialis di Dunia Kerja

Saat kamu melihat seseorang melalui lensa halo effect, kamu akan melihat mereka dilemparkan dalam cahaya yang sama. “Halo” yang diciptakan oleh persepsi kamu tentang satu karakteristik menutupi kekurangan atau sisi negatif mereka.

Halo effect mungkin bisa berdampak pada sejumlah pengaturan dunia nyata seperti:

Dalam pendidikan
Penelitian telah menemukan bahwa halo effect mungkin berperan dalam pengaturan pendidikan. Guru dapat berinteraksi dengan siswa secara berbeda berdasarkan persepsi tentang daya tarik. Penelitian yang lebih lama, misalnya, menemukan bahwa guru memiliki ekspektasi yang lebih baik terhadap anak-anak yang mereka nilai lebih menarik

Di tempat kerja
Ada sejumlah cara agar halo effect memengaruhi persepsi orang lain di lingkungan kerja. Misalnya, para ahli menyarankan bahwa halo effect adalah salah satu bias paling umum yang memengaruhi penilaian dan ulasan kinerja.

Supervisor dapat menilai bawahan berdasarkan persepsi karakteristik tunggal daripada keseluruhan kinerja dan kontribusinya. Ini bisa menyebabkan rekan kerja medapat gaji lebih tinggi daripada kinerja aktual mereka.

Studi lain menemukan bahwa daya tarik fisik memiliki efek positif tidak hanya pada kepercayaan diri seseorang, tetapi juga pada pendapatan dan kesejahteraan finansial mereka secara keseluruhan.

Dalam marketing
Marketing memanfaatkan halo effect untuk menjual produk dan layanan. Ketika seorang influencer mendukung item tertentu, evaluasi positif kamu terhadap influencer tersebut dapat menyebar ke persepsi kamu tentang produk itu sendiri.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan