Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Minggu, Agustus 1, 2021
redaksi@topcareer.id
Sekolah

Wow! 7 Sekolah Termahal Sejagat Ini Semuanya Ada di Swiss

Topcareer.id – Semakin banyak orang tua berkantong tebal yang tak hanya memikirkan investasi bisnisnya saja tetapi juga investasi pendidikan bagi anak-anaknya.

Itu mungkin sedikit menjelaskan mengapa sekolah-sekolah terbaik di dunia begitu mahal akhir-akhir ini. Biaya sekolahnya sangat premium dan bisa mencapai angka miliaran per tahunnya.

Yang mengejutkan adalah kenyataan bahwa tempat-tempat belajar yang mahal ini semuanya terkonsentrasi di Swiss daripada negara maju lain seperti Inggris atau Amerika Serikat.

Baca Juga: Swiss Negara Tanpa Sampah, 50% untuk Sumber Energi

Berikut ini tujuh sekolah termahal di dunia dan sedikit gambaran tentang apa yang bisa didapatkan dengan biaya yang fantastis.

1) Institut Le Rosey, Biaya: US $ 129.192 (Sekitar Rp 1,816 miliar) per tahun
Bertempat di Rolle, Swiss. Siswa mendapat fasilitas retret musim dingin di resort ski Gstaad yang indah, dan pusat pelayaran di sepanjang Danau Jenewa. Selain memiliki fasilitas yang luar biasa, Le Rosey juga benar-benar internasional. Sistem kuotanya memastikan tidak lebih dari 10 persen siswanya berasal dari satu negara.

2) Collège Alpin Beau Soleil, Biaya: US $ 129.328 (Sekitar Rp 1,817 miliar) per tahun
Lokasinya di Villars-sur-Ollon, Swiss. Sering dianggap sebagai salah satu sekolah paling eksklusif di dunia, Beau Soleil memiliki daftar alumni yang membuat iri banyak orang. Lulusannya mencakup aktris dan penyanyi Prancis Charlotte Gainsbourg, dua pangeran Luksemburg, Putri Marie dari Denmark, dan mantan juara dunia Formula 1 Jacques Villeneuve. Paket seragam di sekolah ini dikenakan biaya tambahan US $ 6.200 atau sekitar Rp 87 juta. Karena setiap hari Senin para siswa wajib mengenakan seragam yang lebih mewah dibandingkan dengan yang standar.

3) Aiglon College, Biaya: US $ 120.463 (Sekitar Rp 1,69 miliar) per tahun
Sekolah ini terletak tinggi di Pegunungan Alpen Swiss, 1.250 meter di atas Lausanne. Didirikan pada tahun 1949 oleh John C Corlette, yang memiliki pengalaman mengajar di Gordonstoun, sekolah independen Skotlandia yang sekarang terkenal karena mendidik Pangeran Charles. Sekolah ini menekankan kegiatan luar ruangan dan para siswa harus melakukan ekspedisi setiap semesternya dengan kegiatan termasuk berkemah, hiking, panjat tebing, pendakian gunung, dan kayak.

4) Sekolah Internasional St George, Biaya: US $ 108.646 (Sekitar Rp 1,52 miliar) per tahun
Berlokasi di Montreux, Swiss. Mengingat namanya, tidak mengherankan jika St George’s didirikan oleh dua lulusan Inggris dari Universitas Oxford, Lorna Southwell dan Osyth Potts. Didirikan pada tahun 1927, pasangan ini berharap untuk membangun sekolah di mana siswa dari semua negara dapat tinggal dan tumbuh bersama. Sekolah ini berjalan dengan berdasarkan kurikulum nasional Inggris.

5) Leysin American School, Biaya: US $ 103.254 (Sekitar Rp 1,45 miliar) per tahun
Terletak di Leysin, Swiss. Terlepas dari namanya, hanya sekitar 12 persen siswa di Leysin adalah orang Amerika. Sekolah ini sangat multikultural, menampung siswa dari sekitar 60 negara. Ukuran kelas kecil sekitar 12 siswa. Pada tahun 2008 sekolah membeli Grand Hotel di Leysin, Setelah dua tahun renovasi, gedung dibuka kembali sebagai kampus International Baccalaureate (IB).

6) Collège du Léman, Biaya: US $ 96.475 (Sekitar Rp 1,35 miliar) per tahun
Bertempat di Versoix, Swiss. Ssekolah dengan lanskap seluas 10 hektar, terletak di antara Pegunungan Jura dan Lac Léman. Bukan hanya pemandangan menakjubkan yang disukai di Collège du Léman. Fasilitasnya berkelas dunia dan termasuk gimnasium seluas 5.000 meter persegi. Siswa dapat belajar cara berlayar di danau sekolah dan mengikuti lomba layar sepanjang tahun.

7) Brillantmont International School, Biaya: US $ 89.695 (Sekitar Rp 1,26 miliar) per tahun
Terletak di pusat kota Lausanne, Brillantmont adalah salah satu sekolah berasrama tertua di Swiss, yang didirikan pada tahun 1882. Terdapat sekitar 100 asrama siswa. Ada tamasya akhir pekan reguler yang memungkinkan siswa menjelajahi Swiss dan negara-negara terdekat di Eropa.**(RW)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan